Perginya Guru Idola, Uang Jajan untuk Si Bungsu Hilang di Lokasi Tabrakan, Sang Anak Ungkap Menyesal

Beberapa pekan sebelum meninggal kecelakaan, guru idola itu bercerita soal temannya yang meninggal kecelakaan. Sedihnya, uang saku untuk anak hilang.

Penulis: Y Gustaman | Editor: Siti Nawiroh
Tribun Sumsel/Shinta Dwi Anggraini
Almarhum Bambang Pudi Astomo, guru SMP Negeri 35 Palembang dilepas secara kedinasan dari rumah duka, Rabu (4/9/2019) pagi. Ia meninggal dalam kecelakaan di depan jalan lintas Indralaya-Palembang, tepatnya di depan GT KTM Rambutan Palindra, Selasa (3/9/2019) sekira pukul 16.00 WIB. 

Beberapa hari ini Eny dan sejumlah guru menangkap hal tak biasa dari Bambang.

"Biasanya mengarahkan murid untuk bersih-bersih. Tapi beberapa hari ini langsung turun tangan sendiri," terang Endy.

Neyza Azzahra, siswa kelas VIII, sempat menyalami Bambang beberapa jam sebelum meninggal.

Bambang yang suka bercanda dengan murid-muridnya lebih banyak diam, raut wajahnya sedikit pucat.

"Pak Bambang lebih diam, tak seperti biasanya suka bercanda. Wajahnya juga terlihat pucat," ujar Neyza.

Almarhum Bambang Pudi Astomo, guru SMP Negeri 35 Palembang dilepas secara kedinasan dari rumah duka, Rabu (4/9/2019) pagi. Ia meninggal dalam kecelakaan di depan jalan lintas Indralaya-Palembang, tepatnya di depan GT KTM Rambutan Palindra, Selasa (3/9/2019) sekira pukul 16.00 WIB.
Almarhum Bambang Pudi Astomo, guru SMP Negeri 35 Palembang dilepas secara kedinasan dari rumah duka, Rabu (4/9/2019) pagi. Ia meninggal dalam kecelakaan di depan jalan lintas Indralaya-Palembang, tepatnya di depan GT KTM Rambutan Palindra, Selasa (3/9/2019) sekira pukul 16.00 WIB. (Tribun Sumsel/Shinta Dwi Anggraini)

Kematian Bambang mengejutkan guru-guru, termasuk Neyza dan murid-murid lainnya.

"Sempat syok juga, rasanya tidak percaya. Kemarin masih bertemu di sekolah," kata Neyza.

Lain yang dialami Sri Ambarwati (52). Satu malam Bambang sempat berseloroh tak mengapa kalau harus mati.

Malam itu Sri melarang Bambang karena hendak sembarang minum obat untuk meredakan batuknya.

"Mau minum obat apa saja, tidak apa-apa juga kalau harus mati," timpal Bambang ditirukan sang istri.

Sri terkejut dengan ucapan Bambang dan tak menyangka itu petanda suaminya akan meninggalkannya.

"Tidak menyangka sekali," ujarnya.

Tahun depan, Bambang pensiun tapi ia lebih dulu menghadap Sang Khalik.

Suka Antar Jemput Anak

Bambang di sekitar lingkungan rumahnya dikenal sebagai family man.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved