Perginya Guru Idola, Uang Jajan untuk Si Bungsu Hilang di Lokasi Tabrakan, Sang Anak Ungkap Menyesal
Beberapa pekan sebelum meninggal kecelakaan, guru idola itu bercerita soal temannya yang meninggal kecelakaan. Sedihnya, uang saku untuk anak hilang.
Penulis: Y Gustaman | Editor: Siti Nawiroh
Pesan berulang ayahnya masih terngiang terus di telinga Misbach Hilal: semangat dan rajin belajar.
Sang ayah biasa mengantar uang, pakaian, dan keperluan Misbach Hilal yang menetap di asrama mahasiswa.
"Kadang seminggu sekali, kadang beberapa hari sekali, tidak tentu," kata remaja 18 tahun itu.
Di Puskesmas Indralaya, Sri tak bisa menguasai emosinya melihat sang suami sudah terbujur kaku penuh luka.
Seketika ia menangis tersedu sambil merangkul anaknya dan meminta jenazah suaminya ditutup.
"Saya tidak kuat melihat jenazahnya dalam keadaan seperti itu," ujar Sri.
Kematian sudah jadi ketetapan Tuhan dan Sri ikhlas menerimanya.
"Saya ikhlas, mau bagaimana lagi inikan sudah takdir," ujarnya.
Jenazah Bambang dimakamkan di TPU Gunung Semeru Plaju dan dilepas secara kedinasan.
Misbach Hilal azan dan kakaknya, Hidayat Fadilah, mengumandangkan iqamat di dekat kepala jenazah sang ayah saat di liang kubur.

Cerita Kematian ke Sesama Guru
Beberapa pekan sebelumnya, Bambang bercerita soal kematian rekannya yang kecelakaan di Tol Indralaya.
"Kata dia, temannya itu patah juga," ungkap Kepala SMP Negeri 35 Palembang Eny Fadilah di rumah duka, Jalan KH Balqi Banten IV, Gang Rukun, Palembang, Rabu (4/9/2019).
Guru mata pelajara IPA Fisika itu terluka parah: kaki kiri putus, pergelangan kaki kanan dan kepala robek.
"Kecelakaan itu sama seperti yang terjadi ke Pak Bambang. Itulah yang buat kami sangat syok," sambung Eny.