ART Tewas Diterkan Anjing

Polisi Tegaskan Uang Rp 60 Juta ke Keluarga ART Tewas Diterkam Sparta Bukan Uang Damai

"Itu kan korban kerja di sana sebagai ART, jadi dikasih uang (Rp 60 juta) untuk santunan. Bukan uang damai," kata Heri

Polisi Tegaskan Uang Rp 60 Juta ke Keluarga ART Tewas Diterkam Sparta Bukan Uang Damai
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo di Mapolres Jakarta Timur, Rabu (19/6/2019). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA -- 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Keluarga Bima Aryo disebut menyerahkan uang Rp 60 juta kepada keluarga asisten rumah tangganya (ART), Yayan (35) yang tewas digigit anjing milik Bima bernama Sparta pada Jumat (30/8/2019).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan uang tersebut bukan 'uang damai' bagi keluarga almarhum yang suami dan anaknya juga bekerja jadi ART di kediaman Bima.

"Itu kan korban kerja di sana sebagai ART, jadi dikasih uang (Rp 60 juta) untuk santunan. Bukan uang damai," kata Heri saat dihubungi di Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (5/9/2019).

Dia memastikan Unit Reskrim Polsek Cipayung tetap mengusut kasus tewasnya Yayan yang diterkam Sparta hingga tewas kehabisan darah.

Polisi Panggil Ibu Bima Aryo Minta Keterangan Seputar Kasus Yayan yang Diterkam Sparta

Pasalnya penyidik menduga ibunda Bima, TD (72) melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam 359 KUHP tentang Kealpaan yang Menyebabkan Matinya Seseorang.

Yakni karena TD meminta Yayan membuka kandang dan memberi makan Sparta sehingga diduga jadi penyebab anjing jenis Malinois itu menerkam Yayan.

"Laporannya sudah masuk, kami juga sudah memanggil saksi-saksi, baik dari pemilik 3 orang dan keluarga korban 2 orang, kemudian satu ART yang lain. Masih proses penyelidikan," ujarnya.

Kapolsek Cipayung Kompol Abdul Rasyid menyebut hingga kini penyidik sudah memeriksa 6 saksi, termasuk kedua orang tua dan satu keluarga Bima yang berada di rumah saat kejadian.

Pemeriksaan saksi sebagai tindak lanjut laporan suami Yayan, Enjang yang menyesalkan istrinya tewas dengan luka gigitan di bagian leher, dada, perut, panggul, san dan luka cakar di punggung.

"Sudah dilaporkan melalui Kanit Serse, suaminya (Yayan) yang melaporkan. Mereka suami istri kerja di situ," kata Abdul, Senin (2/9/2019).

Penyidik juga mengusut ada atau tidaknya anggota keluarga Bima yang turut diduga melakukan kelalaian dalam kasus tewasnya Yayan.

Abdul menyebut anggota keluarga Bima lainnya dapat ditetapkan jadi tersangka bila penyidik mendapati mereka melakukan kelalaian.

"Kalau memang selama ini diduga ikut membantu atau pun mendukung dalam hal itu bisa (Jadi tersangka). Mendukung dalam arti pemiliharaan ada enggak izin-izinnya," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved