Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang

2 Keluarga Korban Kecelakaan Tol Cipularang Belum Melapor

Keempat jenazah berjenis kelamin perempuan belum bisa teridentifikasi karena ditentukan dalam kondisi hangus terbakar atau nyaris jadi arang.

2 Keluarga Korban Kecelakaan Tol Cipularang Belum Melapor
TribunJabar/Erry Chandra
Situasi terkini lokasi kecelakaan beruntun di Tol Cipulang KM 91, Purwakarta, Jawa Barat, arah Bandung ke Jakarta, Senin (2/9/2019). Sebuah truk terguling. (TribunJabar/Erry Chandra) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Tim Disaster Victims Identification (DVI) hingga kini belum menerima laporan warga yang merasa anggota keluarganya jadi korban kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 91.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati mengatakan baru dua keluarga yang menyerahkan data antemortem untuk keperluan identifikasi karena merasa kerabatnya jadi korban.

"Belum ada keluarga yang melapor. Sampai saat ini kita belum bisa mengidentifikasi keempat jenazah yang pertama kali masuk," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/9/2019).

Keempat jenazah berjenis kelamin perempuan belum bisa teridentifikasi karena ditentukan dalam kondisi hangus terbakar atau nyaris jadi arang.

Edy menuturkan hasil pemeriksaan gigi pun tak berhasil mengidentifikasi karena kondisi gigi keempat korban tak utuh dan data antemortem yang belum lengkap.

RS Polri Kramat Jati Terima 2 Kantong Body Part yang Diduga Korban Kecelakaan Tol Cipularang

"Dua jenazah masih ada gigi, namun tidak full. Kesulitannya data antemortem belum lengkap, kedua jasad sudah menjadi arang. Sidik jarinya juga sudah tak terlihat," ujarnya.

Warga bisa membantu proses identifikasi dengan cara memberi tahu anggota keluarga korban pemilik mobil yang pelat nomor sudah teridentifikasi.

Edy data pelat nomor yang sudah teridentifikasi Polda Jawa Barat yakni Calya berpelat 1268 AYQ dan truk berpelat D 8349 XL.

"Mudah-mudahan dengan data kendaraan ini, dua keluarga korban yang belum melapor bisa segera melapor dan menyerahkan data antemortem," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved