Menolak Diajak Ke Pasar, Evid Tega Hantam Kepala Istrinya dengan Besi Cor Sampai Meninggal Dunia

Beberapa hari setelah ditalak satu, Santi tewas mengenaskan dipukul besi cor setelah menolak ajakan suaminya untuk berdagang ke Pasar Indralaya.

Penulis: Y Gustaman | Editor: Muji Lestari
Sriwijaya Post/Resha
Kapolsek Indralaya AKP Bambang Julianto didampingi Kanit Reskrim Ipda Supriadi Gharna menunjukkan tersangka Evid (48) dan barang bukti linggis serta buku nikah di Polsek Indralaya Ogan Ilir, Kamis (5/9/2019). 

Tuduhan Evid ditanggapi keluarga tak masuk akal, karena sehari-hari Santi selalu di sisi suaminya.

Keduanya selalu bersama, baik di rumah atau saat berjualan di pasar.

Anggota Polsek Indralaya melakukan olah tempat kejadian perkara di mana Evid membunuh Santi, istrinya, Rabu (4/9/2019) pagi.
Anggota Polsek Indralaya melakukan olah tempat kejadian perkara di mana Evid membunuh Santi, istrinya, Rabu (4/9/2019) pagi. (Sripoku/Resha)

"Jadi, dari mana selingkuhnya?" kata Siswanto kepada Tribun Sumsel.

Ia mengamini jika rumah tangga Evid dan Santi memang kerap bertengkar.

Tapi alasan yang dilayangkan Evid dianggap terlalu mengada-ngada.

"Tersangka sering ribut dengan korban, dan sering mengancam. Kita beranggapan ancaman itu hal biasa," ungkap Siswanto.

Keluarga akhirnya mengizinkan dibawa, karena saudara Evid menjamin keselamatan Santi.

"Kami membolehkan pulang asal ada yang menjamin keselamatan keponakan kami itu."

"Akhirnya A itulah yang menjamin," kenang Sis.

Itulah masa-masa terakhir keluarga melihat Santi keluar dari rumah tempat ia dibesarkan oleh orantuanya.

Anggota Polsek Indralaya melakukan olah tempat kejadian perkara di mana Evid membunuh Santi, istrinya, Rabu (4/9/2019) pagi.
Anggota Polsek Indralaya melakukan olah tempat kejadian perkara di mana Evid membunuh Santi, istrinya, Rabu (4/9/2019) pagi. (Sripoku/Resha)

Gara-gara Menolak Diajak ke Pasar

Bau amis menusuk hidung ketika polisi membuka pintu rumah panggung dua lantai milik Evid, Rabu (4/9/2019).

Santi ditemukan dalam kondisi terluka parah.

Kepala sebelah kanan robek, bahu dan leher kiri Santi memar.

Darah kental menempel di dekat kursi tamu rumah panggung dan besi cor yang biasa dibuat linggis.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved