Kisah Mistis Gunung Hejo di Tol Cipularang: Pengakuan Sang Kuncen dan Lokasi Singgah Prabu Siliwangi

Kecelakaan maut yang terjadi di Tol Cipularang kerap dikaitkan dengan sosok horor atau mistis.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Erik Sinaga
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Sejumlah petugas membersihkan permukaan jalan dan mengevakuasi bangkai kendaraan bermotor roda empat pascatabrakan beruntun di Tol Cipularang KM 91, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Tabrakan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan sejumlah orang lainnya luka-luka. 

Pria yang mengaku berusia 94 itu menyampaikan kecelakaan yang terjadi akibat kurang hati-hatinya pengemudi ketika mengendarai kendaraan.

"Tak ada kaitan, semua itu hanya mitos belaka," ujar kakek yang kerap disapa Abah Kecrik itu, Rabu (11/9/2019).

Abah Kecrik saat menceritakan petilasan dan Tol Cipularang yang dikaitkan dengan kisah mistis kecelakaan Tol Cipularang.
Abah Kecrik saat menceritakan petilasan dan Tol Cipularang yang dikaitkan dengan kisah mistis kecelakaan Tol Cipularang. (Tribunjabar.id/Ery Chandra)

Sebuah batu kini terbungkus kain putih dikelilingi pagar besi itu disebut-sebut merupakan lokasi yang pernah disinggahi Prabu Siliwangi.

Petilasan itu berdiameter sekitar 1.5 meter X 1.5 meter.

Juru kunci itu menuturkan tempat ini kerap kali menjadi tujuan para peziarah atau orang yang ingin bermeditasi dan memanjatkan doa kepada sang pencipta.

Kebanyakan yang datang ke sana untuk zikir hingga membaca Alquran selama berada di petilasan.

"Tidak mungkin ada hubungannya dengan gaib. Apalagi kaitannya dengan mengganggu orang yang lewat," katanya dalam bahasa sunda.

Abah Kecrik menceritakan sekilas bahwa kecelakaan terjadi di lokasi itu adalah bagian dari takdir.

Apabila terdapat pengemudi kendaraan mengaku melihat sejumlah penampakan makhluk astral hingga mengalami gangguan di luar akal sehat terjadi karena faktor kebetulan.

Tetapi, tidak berkaitan langsung dengan keberadaan petilasan.

"Hanya kebetulan saja pas takdirnya meninggal dunia di tol. Kebetulan lokasinya juga dekat petilasan. Padahal tak ada kaitannya," ujarnya.

Sempat Dikira Hilang, Guru di Bekasi Ternyata Korban Kecelakaan Tol Cipularang

Umayah (jilbab hitam) dan Nailisma (jilbab abu-abu) saat berfoto bersama semasa hidup, Kamis (12/9/2019)
Umayah (jilbab hitam) dan Nailisma (jilbab abu-abu) saat berfoto bersama semasa hidup, Kamis (12/9/2019) (TribunJakarta/Bima Putra)

Umayah Ulfah (25), warga Perumahan warga Villa Mas Garden, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, sempat dikabarkan hilang.

Wanita yang diketahui berprofesi sebagai guru ini rupanya menjadi salah satu korban kecelakaan maut di Tol Purbaleunyi atau Cipularang yang terjadi pada, Senin (2/9/2019) lalu.

Jasad Umayah bersama empat tiga orang lainnya yakni, Khansa Athira (23) warga Jakarta, Nailisma (22) warga Depok dan Lela Yuliantika (45) warga Bandung, baru berhasil teridentifikasi oleh pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, hari ini, Kamis (12/9/2019).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved