Kisah Mistis Gunung Hejo di Tol Cipularang: Pengakuan Sang Kuncen dan Lokasi Singgah Prabu Siliwangi

Kecelakaan maut yang terjadi di Tol Cipularang kerap dikaitkan dengan sosok horor atau mistis.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Erik Sinaga
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Sejumlah petugas membersihkan permukaan jalan dan mengevakuasi bangkai kendaraan bermotor roda empat pascatabrakan beruntun di Tol Cipularang KM 91, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Tabrakan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan sejumlah orang lainnya luka-luka. 

Pantauan TribunJakarta.com di kediaman Umayah, samak saudara dan warga sekitar ramai mendatangi rumah duka.

Suasana haru langsung pecah ketika jenazah tiba sekitar pukul 15.25 WIB.

Beberapa kerabat nampak menangis haru, warga sekitar juga langsung mengucapkan kalimat tahlil sambil mengiringi peti jenazah yang dikeluarkan dari mobil.

Nina tetangga korban mengatakan, Umayah sempat dikabarkan hilang, pihak keluarga juga beberapa kali berusaha mecari tahu keberadaan wanita berusia 25 tahun tersebut.

"Kabarnya hilang enggak ada kabar, sampai keluarga buat pengumuman, sama sekali enggak tahu kalau jadi korban kecelakaan," kata Nina.

Kabar terakhir yang diterima warga ketika itu, Umayah izin pergi kepada keluarga untuk menginap di rumah temannya di kawasan Depok, Jawa Barat.
Namun sejak saat itu, keluarga kehilangan kontak dan baru diketahui hari ini setelah pihak RS Polri berhasil melakukan identifikasi.

"Kata keluarganya mau pergi ke rumah teman, enggak nyangka kalau ternyata Umayah jadi korban kecelakaan," jelas dia.

Adapun setelah tiba di rumah duka, jenazah langsung di salatkan di masjid sekitar komplek. Umayah oleh pihak keluarga juga langsung dikebumikan di TPU Perwira Bekasi.

Jemput Jenazah Korban Kecelakaan Cipularang, Keluarga Menangis di RS Polri Kramat Jati

Keluarga korban kecelakaan Tol Cipularang saat menatap peti jenazah di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (11/9/2019).
Keluarga korban kecelakaan Tol Cipularang saat menatap peti jenazah di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (11/9/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Isak tangis keluarga empat korban kecelakaan Tol Cipularang KM 91 mengiringi proses penyerahan jenazah yang berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victims Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati.

Meski penyerahan jenazah yang dilakukan depan ruang instalasi forensik dimulai pukul 14.00 WIB, pihak keluarga dan kerabat sudah tiba di RS Polri beberapa jam sebelumnya.

Ketika peti jenazah yang ditempeli kertas bertuliskan nama korban dibawa keluar ruang instalasi forensik sekira pukul 14.24 WIB, isak tangis keluarga seketika pecah.

Mata mereka sepenuhnya tertuju pada keempat peti jenazah yang akan segera dibawa ke rumah duka lalu dikebumikan di tempat yang sudah disiapkan.

Saat nama anggota keluarga diumumkan melalui speaker telah teridentifikasi, isak tangis keluarga dan sahabat yang hadir kian kencang.

"Ya Allah, kuatkan hamba ya Allah," kata seorang anggota keluarga saat mendengar jenazah diserahkan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (12/9/2019).

Paspampres Dirayu Ibu-ibu yang Ingin Lihat Pemakaman BJ Habibie: Pak Mohon, Kami Mau Masuk

Pernah Room Tour Rumah BJ Habibie, Zaskia Adya Mecca Kagum Lihat Basement & Perpustakaan: Bagus Ya

Melihat Jejak Kisah BJ Habibie di Rumah Keluarga dan Sekolah: Saksi Bisu Rudi Kecil Bermain Pesawat

Berikut Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Tahajud, Lengkap dengan Keutamaan Bagi yang Melaksanakannya

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved