Mahasiswi S2 ITB Korban Kecelakaan Tol Cipularang Pergi ke Jakarta Temui Dosen Pembimbing
"Saya enggak ada firasat kalau anak saya jadi korban insiden kecelakaan. Mulia Senin malam saya sudah sulit menghubungi nomor anak saya," ujarnya.
Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Ia khawatir anaknya menjadi salah seorang korban karena pada Senin siang, sebelum tabrakan beruntun terjadi, Khansa Athira sempat mengabarkan berada di Tol Cipularang.
Kepada petugas, Hermansyah juga mengatakan bahwa pada hari itu anaknya mengendarai mobil Mazda.
Dugaan makin kuat karena satu dari empat mobil yang terbakar dalam tabrakan beruntun di Cipularang Senin lalu adalah mobil Mazda.
"Kata orang tuanya, Khansa mahasiswi pascasarjana ITB, jurusan arsitektur," ujar Kabid Dokkes Polda Jabar, Kombes Arios Bismark, di RS MH Thamrin.
"Ia terakhir berkomunikasi di sekitar lokasi kejadian saat dalam perjalanan pulang dari Bandung menuju Jakarta," ia menambahkan.
Arios mengatakan, berdasarkan laporan resmi dari Satlantas Polres Purwakarta, mobil Mazda yang dikendarai Khansa ada dalam daftar kendaraan yang terlibat kendaraan beruntun.
"Data yang kami terima, nomor polisinya B 411 AT. Mobilnya turut terbakar," kata Arios.
Dugaan bahwa Khansa menjadi salah satu dari empat jazad yang belum diketahui identitasnya karena kondisinya yang hangus juga diungkapkan anggota Tim DVI Polda Jabar, drg Puspa Yuwi.
Ia mengatakan, dengan kondisi hangus, keempat korban ini nyaris tak mungkin dikenali kecuali dengan uji sampel DNA.
"Tadi, orang tuanya, Hermansyah, datang kepada kami dan menyerahkan sampel DNA untuk kami cocokkan dengan salah satu korban yang terbakar. Sampel diambil dari ibunya karena sangat dekat," ujar Puspa.
Saat menyerahkan sampel DNA di Posko DVI di RD MH Thamrin, kemarin, kedua orang tua Khansa tak henti-hentinya menangis.
Terlebih ketika diberi tahu bahwa nomor mobil Mazda yang terbakar sama dengan nomor mobil yang biasa dipakai Khansa.
"Data kendaraan, barang-barang yang melekat, foto senyum, pakaian terakhir yang dipakai, dan sampel darah juga kami ambil untuk tes DNA nanti," katanya.
Selain keluarga Hermansyah, ujar Puspa, Tim DVI Polda Jabar di RS MH Thamrin juga kedatangan keluarga mencari perempuan bernama Yuli Yuliantika asal Kota Bandung.
"Namun, yang datang bukan saudara sedarahnya sehingga kami belum bisa mengambil sampel DNA-nya. Perlu keluarga sedarah untuk mencocokkan DNA," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ermasnyah-saat-mendoakan-jenazah-anaknya-khansa-athira-23-di-rs-polri-kramat-jatii.jpg)