Mahasiswi S2 ITB Korban Kecelakaan Tol Cipularang Pergi ke Jakarta Temui Dosen Pembimbing
"Saya enggak ada firasat kalau anak saya jadi korban insiden kecelakaan. Mulia Senin malam saya sudah sulit menghubungi nomor anak saya," ujarnya.
Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Kemarin, petugas membawa keempat jenazah yang belum bisa dikenali ini ke RS Polri Kramatjati, Jakarta.
"Dipindah ke RS Kramatjati karena di sini tidak ada freezer untuk menjaga keutuhan jasad. Jadi posko Tim DVI akan dibuka di Polres Purwakarta dan RS Kramat Jati," kata Puspa.
Sebanyak delapan orang tewas, tiga luka berat, dan 25 lainnya luka ringan setelah 20 kendaraan terlibat tabrakan beruntun di KM 91+200 Tol Cipularang arah Jakarta, Senin (2/9) siang.
Para korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Purwakarta.
Tujuh korban tewas, tiga korban luka berat, dan 21 korban luka ringan dievakuasi ke RS MH Thamrin.
Seorang korban tewas dievakuasi ke RS Siloam.
Empat korban lainnya dalam kondisi luka ringan dievakuasi ke RS Bayu Asih.
Kecelakaan sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu sebuah truk pasir yang melaju kencang berusaha menyalip kendaraan di depannya.
Namun, tak lama setelah menyalip, truk tiba-tiba kehilangan keseimbangan lalu terguling. Akibat kecelakaan ini sejumlah kendaraan saling bertumbukan.
Beberapa kendaraan bahkan terpental hingga puluhan meter karena tertabrak truk pasir lainnya, yang juga melaju cepat tak terkendali tak lama setelah truk pasir pertama terjungkal.
Dedi (50), sopir truk pasir yang pertama terguling, tewas di lokasi, sementara Subana (43), sopir truk pasir lainnya yang akhirnya juga terguling dan nyaris masuk jurang, selamat meski menderita luka parah.
Saat kecelakaan terjadi, Subana tengah ditemani Mani (39), istrinya. Mani juga selamat meski menderita luka.(TribunJakarta.com/Tribun Jabar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ermasnyah-saat-mendoakan-jenazah-anaknya-khansa-athira-23-di-rs-polri-kramat-jatii.jpg)