Mahasiswi S2 ITB Korban Kecelakaan Tol Cipularang Pergi ke Jakarta Temui Dosen Pembimbing
"Saya enggak ada firasat kalau anak saya jadi korban insiden kecelakaan. Mulia Senin malam saya sudah sulit menghubungi nomor anak saya," ujarnya.
Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Ermansyah (53) tampak sangat terpukul saat Tim DVI RS Polri Kramat Jati menyerahkan peti jenazah anak pertamanya, Khansa Athira (23) yang jadi korban kecelakaan Tol Cipularang KM 91.
Sorot mata warga Kecamatan Kemayoran tak pernah lepas dari peti jenazah anaknya yang tercatat sebagai mahasiswi Pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB).
"Januari nanti harusnya wisuda, sekarang lagi mau menyelesaikan Tesisnya. Mahasiswi Pascasarjana ITB jurusan SBM (School of Business and Managemen)," kata Ermansyah di RS Polri Kramat Jati, Kamis (12/9/2019).
• Cerita Ibunda Sandiaga Uno Dapat Motivasi BJ Habibie: Berhenti Mengayuh Kamu Mati
Khansa jadi korban kecelakaan saat hendak menemui dosen pembimbingnya yang berada di Jakarta untuk keperluan tesis yang dia kerjakan.
Namun karena hingga Senin (1/9/2019) malam atau hari saat kecelakaan Tol Cipularang, Ermansyah tak kunjung mendapat kabar dari putrinya.
"Saya enggak ada firasat kalau anak saya jadi korban insiden kecelakaan. Mulai Senin malam saya sudah sulit menghubungi nomor anak saya," ujarnya.
Dia tahu Khansa jadi korban kecelakaan Tol Cipularang usai meminta bantuan temannya yang merupakan anggota Polri melacak nomor handphone Khansa.
Mendapat kabar duka, pihak keluarga bergegas menyambangi RS MH Thamrin Purwakarta tempat delapan jasad korban kecelakaan dibawa.
Di sana, dia menyerahkan data antemortem (data sebelum kematian) untuk keperluan identifikasi dan akhirnya mendapat kabar dari RS Polri anaknya teridentifikasi.
• Aldrin Ramadian Dapat Restu Airin Rachmi Diany Maju Pilkada Tangsel 2020
• Dikalahkan Timnas U-19 Indonesian, Pelatih Timnas U-19 Iran: Kesalahan Lini Belakang
• Shalahuddin Bunuh Teman Kecil Demi Kuasai Harta, Pelaku Juga Sempat Puaskan Nafsu ke Korban
"Saya tahu handphonenya terakhir komunikasi di KM 91. Anak saya bawa mobil Mazda 2 warna hitam berpelat B 411 AT, bawa mobil sendiri," tuturnya.
Sebelum jenazah Khansa dibawa masuk ke mobil ambulans, Ermasnyah menyempatkan mendoakan putrinya sembari mengelus peti jenazah.
Jenazah Khansa dibawa menggunakan mobil ambulans RS Polri Kramat Jati untuk dimakamkan di TPU Penggilingan, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.
Mobil Khanza Ikut Terbakar
Saat masih mencari-cari jenazah anaknya, Ermansyah mendatangi RS MH Thamrin Purwakarta, Selasa (3/9/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ermasnyah-saat-mendoakan-jenazah-anaknya-khansa-athira-23-di-rs-polri-kramat-jatii.jpg)