Mbah Pani Lemas Usai Lakukan Ritual Topo Pendem, Sunarto: Digoda Bola Api dan Tengkorak

Mbah Pani warga Juwana Pati Jawa Tengah selesai melaksanakan topo pendem, Sutarto warga Karanganyar mengatakan digoda bola api dan tengkorak.

Penulis: Suharno | Editor: Suharno
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Mbah Pani menjalani topo atau tapa pendem di Desa Bendar RT 3 RW 1 Kecamatan Juwana, Pati, Jawa Tengah, Senin (16/9/2019) selepas magrib. 

Hingga pukul 21.00 lewat, warga masih terus berdatangan ke rumah Mbah Pani.

Mereka duduk lesehan di hadapan Mbah Pani yang duduk lemah di kursi ruang tamunya.

Setelah berkunjung, sebagian warga tampak membawa keluar satu jeriken kecil berisi air.

Air tersebut ialah air tanah yang disedot dari tempat pertapaan Mbah Pani.

Menurut Abdul Qohar, air tersebut diyakini bisa untuk obat.

Pihak keluarga mempersilakan siapa pun untuk membawa pulang air tersebut selama belum habis.

Mbah Pani mengatakan, topo pendem kali ini merupakan yang ke 10 atau terakhir.

Sebelumnya, dia sudah melakukan ritual yang sama sebanyak 9 kali.

"Karena ini yang terakhir, nanti tidak cuma tiga hari, tapi lima hari," kata Mbah Pani di rumahnya.

Suyono, anak angkat Mbah Pani, mengatakan, ritual topo pendem dilakukan Mbah Pani dengan menguburkan diri di dalam tanah yang diberi lubang untuk pernapasan.

"Topo pendem seperti ini sudah dilakukan beliau sebanyak sembilan kali. Dan hari ini adalah yang ke-10," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, terakhir kali Mbah Pani melakukan ritual ini adalah 2001 lalu.

Sebelumnya, Mbah Pani melakukan ritual ini setahun sekali, setiap bulan Suro.

Adapun ritual terakhir ini dilakukan 18 tahun berselang.

Dalam topo pendem, Mbah Pani diperlakukan hampir sama seperti jenazah yang akan dikubur.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved