Mbah Pani Lemas Usai Lakukan Ritual Topo Pendem, Sunarto: Digoda Bola Api dan Tengkorak

Mbah Pani warga Juwana Pati Jawa Tengah selesai melaksanakan topo pendem, Sutarto warga Karanganyar mengatakan digoda bola api dan tengkorak.

Penulis: Suharno | Editor: Suharno
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Mbah Pani menjalani topo atau tapa pendem di Desa Bendar RT 3 RW 1 Kecamatan Juwana, Pati, Jawa Tengah, Senin (16/9/2019) selepas magrib. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Supani alias Mbah Pani (63) mengaku masih sakit kepala dan kondisinya belum fit usai tuntas melaksanakan ritual tapa pendem, Jumat (20/9/2019) malam.

Ditemui usai acara manaqiban (pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani) di rumahnya di Bendar, Juwana Pati, Jawa Tengah, yang diikuti para tetangga dan kerabat, Mbah Pani mengaku belum bisa berbicara banyak.

"Sebelumnya saya minta maaf sebesar-besarnya. Kepala saya masih sakit," ungkap Mbah Pani dalam bahasa Jawa halus.

"Kalau besok saya sudah fit dan sudah siap, saya siap membicarakan hal ini," sambungnya.

Mbah Pani mengaku bersyukur dirinya diberi kekuatan oleh Allah dalam menjalani tirakat tapa pendem yang sudah kesepuluh kali dan merupakan penutup ini.

"Alhamdulillah saya dikuatkan lima hari lima malam," ucapnya.

"Bisa kuat sampai diangkat, sampai sekarang. Bisa kuat atas kekuasaan Allah," imbuhnya.

5 Pengantar Jenazah Waldono Meninggal, Sebelum Pergi Wajah Imam Terlihat Lebih Bersinar

Sifat Tak Terduga Roger Danuarta Diungkap Cut Meyriska Setelah Menikah: Enggak Banget!

Mbah Pani juga bersyukur karena pelaksanaan ritual tapa pendem didukung Kepala Desa Bendar dan jajarannya, kepolisian, Kapolsek, Koramil, dan warga sekitar.

Secara singkat, Mbah Pani mengaku tujuannya menjalani lelaku ini ialah demi keselamatan dan kekuatan dirinya sekeluarga.

"Sementara, saya baru kuat kasih keterangan ini. Kalau ada kekeliruan ucap saya mohon maaf sebesar-besarnya," ujarnya.

"Lain hari, kalau ada kesempatan saya siap membicarakan lebih lanjut," pungkasnya.

Adik sepupu Mbah Pani, Abdul Qohar, kembali menegaskan bahwa kondisi Mbah Pani belum memungkinkan untuk berbicara banyak.

Menurutnya, kondisi Mbah Pani sehat.

Namun, kemungkinan inderanya belum kembali sempurna.

Ia masih perlu beradaptasi setelah berhari-hari dalam kegelapan di bawah tanah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved