Penangkapan Terduga Teroris
Pasangan Suami Istri Terduga Teroris di Bekasi Dikenal Tertutup
Menurut warga sekitar, keduanya baru mengontrak selama satu bulan dan dikenal jarang bersosialisasi.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
Hal yang sama diungkapkan Nyai (54), warga yang tinggal di depan rumah kontrakan pasutri terduga teroris membenarkan perihal keberadaan orang-orang yang mengintai sebelum aksi penangkapan.
"Dari malem polisi sudah muter-muter bae, dari kemarin lah. Malem muter lagi, nanyain rumah pak RT," jelas dia.
• Awal Kebakaran Puluhan Rumah di Kampung Pesing dari Rumah Kosong, Warga Masih Trauma dan Ngungsi
Adapun penangkapan terhadap dua orang teduga teroris ini dilakukan pada Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Nyai menyebutkan, terdapat puluhan personel bersenjata datang dan langsung melakukan sterilisasi lokasi sekitar kontrakan.
"Polisi banyak pertama datang 4 mobil, terus langsung ke kontrakan ada kali 8 orang dobrak pintu," ungkap Nyai warga yang tinggal bersenelahan dengan kontrakan terduga teroris.
Polisi dari Densus 88 Mabes Polri itu langsung melakukan sterilisasi lokasi penangkapan, Nyai menyebutkan, jalan menuju ke arah kontrakan sempat ditutup.
Warga dilarang mendekat ketika proses penangkapan sedang berlangsung.
"Ini setiap jalan dijaga polisi pada bawa senjata, ada yang pake seragam kaya Densus ada yang pakai baju biasa, kita disuruh masuk semua enggak boleh ada yang keluar," jelas dia.
• Ratusan Mahasiswa Pamulang Ikut Aksi Ke Gedung DPR Suarakan Tolak RKUHP Hingga Isu Karhutla
Proses penangkapan ini berlangsung cukup singkat, sekitar pukul 07.30 WIB, kedua terduga teroris pasutri langsung dibawa ke dalam mobil beserta sejumlah barang bukti seperti buku-buku, barang yang di masukkan ke dalam kotak kardus dan kantung plastik.
"Diborgol yang cowo, dipakain masker, enggak ada perlawanan langsung dibawa aja," paparnya. (*)