Demo Tolak RUU KUHP dan UU KPK

Serius Ikut Demo, Mahasiswi Ini Siapkan Kacamata Renang, Deodoran, Salep Luka, Hingga Body Lotion

Serius ikut demo Lola Febiola, mahasiswi Unindra, ini menyiapkan kacamata renang mengantisipasi gas air mata saat demo di Gedung DPR-MPR.

Serius Ikut Demo, Mahasiswi Ini Siapkan Kacamata Renang, Deodoran, Salep Luka, Hingga Body Lotion
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Lola Febiola, mahasiswi Unindra, menunjukkan kacamata renang sebagai perlengkapan untuk mengantisipasi gas air mata ketika berdemo saat ditemui di kampusnya, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (30/9/2019). 

Merujuk hasil revisi KUHP, Yasonna menambahkan, setiap orang yang membiarkan unggas di ternaknya berjalan di kebun justru ancamannya dibuat kategori dua menjadi lebih rendah dari apa yang diatur KUHP.

"Mengapa ini masih diatur kita ini masih ada desa," Yasonna menjelaskan.

Dalam KUHP lama Pasal 548 disebutkan barangsiapa tanpa wenang membiarkan unggas ternaknya berjalan di kebun, di tanah yang sudah ditaburi, ditugali atau ditanami, diancam pidana denda paling banyak dua ratus dua puluh lima rupiah.

Dikatakan Yasonna, masyarakat Indonesia banyak yang agraris. Artinya masih banyak petani yang membibit, bersawah dan lainnya.

Di revisi pasal jika ada orang usil dia tidak pidana badan.

"Dia hanya denda dan itu ada KUHP lama dan di KUHP lama lebih berat sanksinya."

"Nah, kita buat lebih rendah. Jadi, jangan dikatakan mengkriminalisasi," Yasonna menambahkan.

Pelajar Demo Tahu dari WhatsApp

RR dan puluhan pelajar lainnya diamankan dari sejumlah lokasi sedang menumpang truk bak terbuka.

Tak hanya SMA, pelajar SMP pun turut diamankan.

Dari belasan handphone yang disita milik pelajar, terungkap mereka telah janjian untuk ke DPR.

Ajakan ini diketahui berdasar pesan grup di aplikasi WhatsApp.

"Iya itu handphone saya, tapi saya mah ikut-ikut doang ke DPR janjian di grup," ujar seorang pelajar.

Dalam chat tersebut, tertulis dari salah seorang pelajar untuk kumpul di kediamannya sebelum berangkat.

"Ke home gua dulu sini pada-pada," tulisnya dalam pesan di grup aplikasi whatsapp.

Puluhan pelajar tersebut tengah diamankan dan didata di Mapolresta Depok.

Polisi masih menunggu para orangtua untuk datang menjemput anak-anaknya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, puluhan pelajar tersebut diamankan dari Jalan Margonda, Beji, Kota Depok, dan Jalan Dewi Sartika, Pancoran Mas.

Pantauan TribunJakarta.com, puluhan pelajar yang diamankan berasal dari beberapa sekolah di Kota Depok dan Bogor.

Ada beberapa diantara mereka yang terlihat mengenakan pakaian bebas tanpa seragam dan atribut sekolahnya. 

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved