Demo di Jakarta

Dua Pelajar Asal Jawa Tengah yang Hendak Berdemo di DPR Masih Ditahan Polres Metro Bekasi Kota

Pelajar asal Jawa Tengah ini diamankan Polres Metro Bekasi Kota bersama ratusan pelajar lain dari Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi hingga Karawang

Dua Pelajar Asal Jawa Tengah yang Hendak Berdemo di DPR Masih Ditahan Polres Metro Bekasi Kota
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Pelajar asal Salatiga dan Semarang Jawa Tengah yang turut diamankan Polres Metro Bekasi Kota, Senin (30/9/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Polres Metro Bekasi Kota melakukan operasi penyisiran pergerakan pelajar yang hendak mengikuti aksi unjuk rasa di Gedung DPR/MPR RI Jakarta.

Hasilnya, ratusan pelajar berhasil diamankan di dekat perbatasan Bekasi-Jakarta, Senin (30/9/2019) lalu.

Dari ratusan pelajar itu, terdapat sekitar 15 siswa yang mengaku berasal dari Salatiga dan Semarang, Jawa Tengah.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Arman, mengatakan, saat ini masih tedapat dua pelajar yang belum dijemput orangtuanya.

"Sisa dua dari Jateng (Jawa Tengah), sisanya sudah dijemput semua sama keluarga, yang dua ini masih nunggu dijemput," kata Arman saat dikonfimasi, Rabu (2/10/2019).

Pelajar asal Jawa Tengah ini diamankan Polres Metro Bekasi Kota bersama ratusan pelajar lain dari Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi hingga Karawang.

Mereka dicegah masuk ke Jakarta ketika hendak mengikuti aksi unjuk rasa.

Rencana Bunuh Suami Pakai Sianida, Istri dan Selingkuhan Terinspirasi Berita Televisi

Adapun pelajar asal Jawa Tengah berangkat dari daerah asalnya dengan cara menumpang truk secara estafet. Mereka nekat ikut aksi lantaran terprovokasi ajakan di media sosial.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Aris Setiawan, mencatat, ada sekitar 400 siswa yang terjaring razia polisi dan diamankan di Mapolres Metro Bekasi Kota.

Menurut Aris, pergerakan pelajar yang ingin ikut menggelar aksi unjuk rasa rata-rata didominasi ajakan yang tersebar melalui media sosial. Tidak sedikit dari pelajar yang terjaring banyak yang hanya sekedar ikutan-ikutan untuk datang ke Jakarta tanpa tahu apa yang ingin diaspirasikan.

"Media sosial punya peran yang luar biasa, dari sekedar identitas, jatidiri, bahkan role model negatif yang menjadi kebanggaan demo ala anak STM," ujarnya.

Pihaknya bersama Polres Metro Bekasi Kota dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi telah melakukan kordinasi untuk melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved