Demo di Jakarta
Sedih Ingat Ibu Asuh Adik yang Sakit, YI Ditangkap Ikut Demo Sampai Repotkan 3 Gurunya
YI seperti begitu menyesal. Seharusnya membantu ibunya di rumah mengurus adiknya yang sakit di Kuningan, Jawa Barat, YI ditangkap karena ikut demo.
Penulis: Y Gustaman | Editor: Y Gustaman
Selesai berdemo, YI dan puluhan pelajar asal Jawa Barat berencana pulang naik kereta api ke Cirebon melalui Stasiun Tanjung Priok pada Senin malam.
Mereka menunggu di sana hingga Selasa (1/10/2019) pagi. Saat tidur-tiduran di trotoar sekitar Stasiun Tanjung Priok, mereka diamankan polisi.
"Rencananya pulang dari Stasiun Tanjung Priok. Lagi nunggu, tidur-tiduran, tahu-tahu ada polisi," YI menambahkan.
Sang Guru Iba Lihat Kondisi Ibu YI
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto menjelaskan, YI dan pelajar lainnya sudah didata.
Pihaknya juga sudah menghubungi pihak sekolah dan orangtua agar datang menjemput pada Rabu.
Ia menjelaskan, 59 pelajar itu datang dari Cirebon, Kuningan, Cikampek dan Sumedang.
Menurut pengakuan para pelajar yang diamankan, mereka datang berdemo ke Gedung DPR-MPR karena diiming-imingi uang oleh seseorang.
Pada Rabu pagi tampak puluhan orangtua dan guru yang datang ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk menjemput anak-anak mereka.
Tiga di antara puluhan orang yang menjemput itu adalah guru SMKN yang mengajar YI.

Pukul 11.42 WIB, ketiganya ikut bersama yang lain berkumpul di lantai 4 Mapolres Metro Jakarta Utara untuk menunggu arahan sebelum menjemput anak-anak mereka.
Adis Azis mewakili dua guru yang lain mengaku mendapat telepon dari pihak kepolisian yang mengabarkan jika YI ikut di antara puluhan pelajar yang diamankan.
Akhirnya, mereka bertiga memutuskan berangkat dari Kuningan pada Rabu pagi guna menjemput YI.
"Selasa siang dapat panggilan dari polisi kalau ada siswa kami yang diamankan," ujar Adis Azis kepada TribunJakarta.com di Polres Metro Jakarta Utara.
Sebelum berangkat ke Jakarta Utara, Adis lebih dulu mengonfirmasi keberadaan YI dan menemui ibunya di rumahnya.