Demo di Jakarta

Gubernur Anies Bantah Dinas Pendidikan Soal Ancaman Cabut KJP Pelajar yang Anarkis Saat Aksi Demo

“Orangtua mereka juga dipanggil untuk diajak berdiskusi, jadi mereka dididik lebih jauh, bukan diberhentikan,” ujarnya.

Gubernur Anies Bantah Dinas Pendidikan Soal Ancaman Cabut KJP Pelajar yang Anarkis Saat Aksi Demo
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Rombongan pelajar setingkat SMA saat berangkat ke DPR RI di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (25/9/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan mencabut bantuan pendidikan berupa Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus bagi pelajar yang terbukti berbuat kriminal saat unjuk rasa di gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Dilansir dari Warta Kota, hal itu mempertimbangkan latar belakang ekonomi pelajar itu sendiri yang cenderung lemah.

“Tidak ada (pencabutan KJP), jadi pelajar yang menerima KJP sebetulnya ekonomi keluarganya itu lemah, sehingga dia dapat bantuan dari pemerintah biar bisa sekolah,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Rabu (2/10/2019).

Anies Bawedan mengatakan, pemerintah sebetulnya bertanggung jawab kepada masyarakat terutama anak-anak untuk mendapatkan pendidikan.

Apalagi amanat ini telah tertuang dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan setiap anak usia sekolah mendapatkan pendidikan hingga tuntas, karena itu pemerintah tidak akan mengeluarkan anak dari pendidikan,” ujar Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (22/3/2018)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (22/3/2018) (Kompas.com)

Menurut dia, KJP diberikan dengan harapan anak yang kurang mampu bisa bersekolah dengan layak.

Namun bila bantuan itu dihapuskan, maka hak-hak mereka untuk memperoleh pendidikan akan hilang dan justru tujuan pemerintah tidak akan tercapai.

“Kalau dihapuskan justru tidak sejalan dengan tujuan pemerintah mendidik semua anak. Jadi anak yang bermasalah kemarin perlu pembinaan, yah kami bina tapi jangan sampai putus sekolah,” ungkapnya.

Anies memandang, bila ada pelajar yang bermasalah seharusnya mereka mendapatkan pendidikan yang ekstra dari sekolah.

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved