Demo di Jakarta

Gubernur Anies Bantah Dinas Pendidikan Soal Ancaman Cabut KJP Pelajar yang Anarkis Saat Aksi Demo

“Orangtua mereka juga dipanggil untuk diajak berdiskusi, jadi mereka dididik lebih jauh, bukan diberhentikan,” ujarnya.

Gubernur Anies Bantah Dinas Pendidikan Soal Ancaman Cabut KJP Pelajar yang Anarkis Saat Aksi Demo
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Rombongan pelajar setingkat SMA saat berangkat ke DPR RI di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (25/9/2019). 

Karena itu, penghentian bantuan KJP Plus ataupun mengeluarkan mereka dari sekolah bukan jalan keluar dari persoalan tersebut.

“Harusnya bukan malah diberhentikan dari pendidikan, karena jika konsepnya anak bermasalah lalu dikeluarkan, kemudian siapa yang dididik?,” imbuhnya

Sebut Media Bumbui Drama dan Tafsir Sepihak, Sekjen PDIP: Hubungan Bu Mega dan Bang Surya Baik

“Orangtua mereka juga dipanggil untuk diajak berdiskusi, jadi mereka dididik lebih jauh, bukan diberhentikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Ratiyono mengatakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik pelajar yang ikut aksi akan terancam dicabut jika pelajar tersebut terbukti melakukan tindak kriminal.

Kadisdik DKI Jakarta Ratiyono, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/5/2019).
Kadisdik DKI Jakarta Ratiyono, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/5/2019). (TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana)

KJP Plus milik pelajar yang ikut aksi tak serta merta dicabut jika pelajar tersebut hanya sekadar demonstrasi biasa dan tak terlibat kericuhan.

"Kalau dia kriminal bisa pemberhentian KJP, tapi kalau sifatnya ikut-ikutan dan mendapat peringatan dan pembinaan pada orangtua itu barang kali dikumpulkan jangan diulangi ya KJP-nya tetap jalan," ucap Ratiyono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019).

Ratiyono mengingatkan agar pelajar pemegang KJP Plus tak ikut-ikutan anarkis ketika melakukan demonstrasi.

Menurutnya hal tersebut akan berdampak pada masa depan apalagi jika KJP Plus dicabut oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Kalau dihentikan sudah miskin ya ikut-ikutan rusak masa depannya, tapi tetap diingatkan kamu sudah miskin jangan ikut-ikutan," kata dia.

Meski demikian, dia menyebut unjuk rasa tetap bisa diikuti oleh pelajar selama mengikuti aturan yang berlaku.

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved