Arab Saudi Kini: Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng, Perempuan Bisa Nyetir, Tanpa Izin Wali

Kemudian yang paling krusial adalah ketika Riyadh memutuskan mencabut larangan bagi perempuan menyetir mobil pada 24 Juni 2018.

Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Erik Sinaga
AFP/Hussain Radwan
Perempuan di Arab Saudi memenuhi jalanan sambil mengemudikan mobil pada Minggu (24/6/2018) dini hari. 

TRIBUNJAKARTA.COM- Pemerintah Arab Saudi menjadi perbincangan setelah mengumumkan kebijakan terbaru di sektor pariwisata pada Minggu (6/10/2019).

Kebijakan itu adalah mengizinkan turis asing yang tidak menikah untuk menginap di kamar hotel yang sama, selain memberi kelonggaran bagi turis perempuan tak mengenakan abaya di ruang publik.

Pengumuman itu menjadi kebijakan terbaru dari pemerintah Arab Saudi yang ultrakonservatif setelah menawarkan visa turis untuk pertama kali.

Berharap Ibu Sembuh Jika Dirawat Malah Disuruh Petugas Medis Balik ke Rumah, Sabtu Dini Hari Wafat

Ini bukan kali pertama Saudi bersikap terbuka. Sebelumnya, mereka juga membuka bioskop untuk pertama kali dalam 35 tahun terakhir.

Kemudian yang paling krusial adalah ketika Riyadh memutuskan mencabut larangan bagi perempuan menyetir mobil pada 24 Juni 2018.

Kemudian juga ada perubahan dalam sistem perwalian, seperti perempuan boleh bepergian ke luar negeri tanpa harus izin dengan wali pria.

Selain itu terdapat kelonggaran lain seperti perempuan boleh menonton secara langsung pertandingan sepak bola di stadion pada 12 Januari 2018.

Dengan berbagai perubahan tersebut, apa yang menjadi faktor Arab Saudi bisa terbuka seperti itu?

Sosok kunci itu bernama putra mahkota MBS

Pada 25 April 2016, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, atau yang akrab disapa MBS, menelurkan konsep bernama Visi Saudi 2030.

Secara garis besarnya, visi itu merupakan rencana Riyadh untuk mengurangi ketergantungan pada minyak dan melakukan diversifikasi ekonomi.

Tujuan dari visi yang diumumkan Putra Mahkota MBS adalah memperkuat ekonomi dan investasi, meningkatkan perdagangan nonminyak, dan meningkatkan belanja militer.

Kebijakan yang digulirkan Saudi membuat Sabika al-Dosari, seorang pembawa acara televisi setempat, mengemudikan sedan hingga ke perbatasan Bahrain.

Eman Alhussein, peneliti di European Council on Foreign Relations, mengatakan, reformasi itu membawa dampak dalam kehidupan Saudi.

"Satu hal yang jelas berubah dalam beberapa tahun terakhir adalah kehidupan sosial yang secara umum lebih nyaman," ujarnya dikutip Frontline di pbs.org 1 Oktober lalu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved