Malam-malam Satroni Kamar Bu Guru Ainun, Bukannya Untung Hamdani Malah Buntung

Menjelang tengah malam Muhammad Hamdani menyatroni rumah Bu Ainun, guru sekolah dasar di Kabupaten Binjai.

Editor: Y Gustaman
Tribun Lampung/Dody Kurniawan
Ilustrasi 

Malahan, Hamdani menyuruh Jefri untuk memanggil warga lain agar dapat menyaksikan penggerebekan.

Kata Jefri, saat tiba ke rumah Bu Ainun sudah larut malam.

Sepertinya Bu Ainun sudah tertidur pulas sehingga tidak membukakan pintunya.

"Akhirnya saya memanggil kakaknya (Bu Ainun, red). Barulah pintu itu dibuka," terang Jefri.

Setelah pintu dibuka, Bu Ainun keluar dan adu mulut dengan Hamdani.

Suara mereka membangunkan warga dusun sampai berkerumun.

Malam itu juga Hamdani bersikeras agar Bu Ainun ikut ke kantor polisi.

"Hamdani mau membuktikan perselingkuhan Bu Ainun," sambung Jefri.

Ternyata sangkaan Hamdani tak terbukti dan hanya bohong belaka.

Berdasarkan pengakuan Bu Ainun, Hamdani menggerebeknya karena tak senang dengan pesan pendeknya.

Bu Ainun tetap menolak dan membela diri bahwa dirinya tidak seperti yang Hamdani sangka.

Hamdani tak bisa meyakinkan orang-orang di sekitarnya yang ikut berkerumun di depan rumah Bu Ainun.

Lantaran pria yang dianggap Hamdani kerap kumpul kebo hanya isu saja.

Tapi Hamdani cukup panjang akal, lalu meminta rekan-rekannya saja yang memeriksa seluruh ruangan hingga kamar Bu Ainun.

Anehnya, Jefri dilarang ikut mendampingi penggeledahan sehingga ia merasa janggal.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved