Orangtua Tewas Digigit Ular, Jeritan Hati Anak Sulung: Tak Mau Adik-adik Putus Sekolah Seperti Saya
Ia harus menjadi sosok ayah sekaligus ibu untuk ketiga adiknya yakni, Riki Ariansyah (8), Rani Nafisa (5), dan si bungsu Ramdan Fadilah (2).
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Kurniawati Hasjanah
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Siti Nawiroh
TRIBUNJAKARTA.COM, CIANJUR - Nasib malang menimpa keluarga Heri Misbahun, remaja berusia 17 tahun yang harus menjadi kepala keluarga untuk 3 adiknya.
Sang ibu, Nuryani (38) meninggal seminggu yang lalu, Sabtu (12/10/2019) karena digigit ular.
Begitu juga dengan sang ayah, Maksum (45) yang meninggal sekira 2 tahun lalu saat sedang bekerja di kebun.
Penyebab Maksum meninggal sama seperti istrinya, yaitu digigit ular.
Heri warga Pasir Kampung RT 002/004 Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat harus menjadi tulang punggung keluarga.
Ia harus menjadi sosok ayah sekaligus ibu untuk ketiga adiknya yakni, Riki Ariansyah (8), Rani Nafisa (5), dan si bungsu Ramdan Fadilah (2).
Diceritakan Heri kepada wartawan Kompas.com Jumat (18/10/2019), ia sudah berhenti sekolah sejak sang ayah meninggal..
Saat itu, Heri masih duduk di kelas 2 SMP.
Menurutnya, ia lebih baik membantu sang ibu bekerja dan mencari uang untuk biaya adik-adik sekolah.
Follow juga:
"Lebih baik saya bantu ibu saja untuk cari uang untuk biaya sekolah adik-adik dan kebutuhan sehari-hari," ujar Heri melansir dari Kompas.com, Sabtu (19/10/2019).
Heri membantu sang ibu bekerja di sebuah kebun untuk mengangkut dan mengepak sayuran.
Seminggu setelah kepergian sang ibu, Heri menceritakan rutinitas setiap paginya.
Ia membantu mempersiapkan kebutuhan sang adik dan mengantar sekolah.
“Riki kan baru kelas 2 SD dan Rani baru masuk TK. Setelah mengantar sekolah saya asuh si bungsu," ujarnya.