Faktor Biaya Jadi Alasan Penghuni Rela Tinggal di Indekos Pengap di Tambora

Anak pemilik indekos, Kamal membenarkan bahwa mayoritas penghuni yang ada disini adalah masyarakat menengah ke bawah.

Faktor Biaya Jadi Alasan Penghuni Rela Tinggal di Indekos Pengap di Tambora
TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Bagian depan indekos pengap di Jalan Krendang Indah, Tambora, Jakarta Barat ditutupi besi tingggi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Kendati kondisi pengap dan kumuh, indekost di Jalan Krendang Indah, Tambora, Jakarta Barat banyak ditempati penghuni.

Pantauan TribunJakarta.com, hampir seluruh kamar di empat lantai indekos ditempati penghuni.

Ani (35) salah satu penghuni mengatakan, sudah 10 tahun ia tinggal di indekos ini bersama suami dan dua anaknya.

Bagian depan indekos pengap di Jalan Krendang Indah, Tambora, Jakarta Barat ditutupi besi tingggi
Bagian depan indekos pengap di Jalan Krendang Indah, Tambora, Jakarta Barat ditutupi besi tingggi (TribunJakarta/Elga Hikari Putra)

Faktor utamanya, adalah biaya indekos yang cukup murah dibanding di tempat lain.

Di indekost ini, ia cukup membayar Rp 350.000 per bulannya untuk kamar ukuran 3x4 meter. Jumlah tersebut sudah termasuk biaya listrik dan air.

"Ya karena murah lah, namanya kita kan merantau ya carinya yang murah," kata Ani, Kamis (24/10/2019).

Sebagai perbandingan, ia menyebut untuk rumah kontrakan di kawasan ini minimal Rp 400.000 belum termasuk biaya listrik dan air.

"Lagi pula kalau diluar iti yang harga segitu rumahnya semi permanen, kalau disini kan rumah tembok biarpun pengap," ujarnya.

Hal senada disampaikan Arif (22), yang mengaku baru sepekan indekost di tempat tersebut.

Halaman
12
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved