Gelar Pesta Gudeg di PIM, Founder Gernus Tekankan 5 R

Meskipun kondisi meja dan kursi sudah penuh, tampak sejumlah masyarakat yang sedang mengantre makanan.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana di Pesta Gudeg yang berlangsung pada tanggal 22-27 Oktober 2019 di PIM, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Sejak Selasa (22/10/2019) lalu, di Skywalk Utara lantai 2, Pondok Indah Mal, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan hadir Pesta Gudeg.

Untuk pertama kalinya, kuliner manis Indonesia ini disajikan lengkap hingga Sabtu (27/10/2019) mulai pukul 10.00-22.00 WIB.

Yohanes, Founder Gernus di acara pesta gudeg di PIM, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2019).
Yohanes, Founder Gernus di acara pesta gudeg di PIM, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2019). (TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina)

Lebih dari 10 stand gudeg dan kuliner khas lainnya dihadirkan di lokasi tersebut.

Pantauan TribunJakarta.com, suasana ramai dan kursi yang terisi penuh menjadi pemandangan utama yang dilihat begitu sampai di lokasi.

Meskipun kondisi meja dan kursi sudah penuh, tampak sejumlah masyarakat yang sedang mengantre makanan.

Beberapa dari mereka sempat bingung akan makan disebelah mana akibat sulit menemukan meja dan kursi yang kosong.

EO Dibalik Pesta Gudeg

Tersusun rapinya acara dalam pesta gudeg di Pondok Indah Mal (PIM), tentunya tak lepas dari peran event organizer (EO).

Melalui EO, pesta gudeg ini akhirnya dapat diisi oleh berbagai penjual gudeg asal daerah masing-masing.

Untuk pesta gudeg kali ini, Gerakan Bangga Nusantara atau biasa dikenal Gernus menjadi EO atau penyelenggara acara tersebut, dan Yohanes Yulianto Marwidi (52) sebagai foundernya.

Sebagai founder satu-satunya, Yohanes menceritakan awal mula ia memberanikan diri untuk membentuk Gernus.

"Dulu saya sempat kerja disalah satu bank swasta kemudian PHK ditahun 1999. Berbagai pekerjaan saya jalani, sampai pada tahun 2000 saya diajak untuk bergabung dalam EO milik orang lain," ucapnya di lokasi, Sabtu (25/10/2019).

Merasa tertarik saat mengisi event, akhirnya ia justru larut dalam pekerjaan tersebut.

Berpindah dari satu EO ke EO lainnya kerap ia jalani untuk mencari sesuatu yang lebih baik.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved