Perjuangan Komaruddin Melawan Stroke, Sempat Lumpuh dan Berhasil Sembuh dan Ingin Jalan Kaki BDG-JKT
Aksi ini akan mulai ia lakukan hari ini, Jumat (25/10/2019) dan ditargetkan tiba di Monas, Jakarta pada, (29/10/2019) mendatang
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Tujuan utama dia nekat melakukan aksi jalan kaki ini bukan hanya sekedar memperingati Hari Stroke Sedunia. Lebih dari itu, ayah dua orang anak ini ingin memberikan pesan kepada publik bahwa penyakit stroke sejatinya bisa dilawan dan disembuhkan.
"Saya ingin memberi motivasi kepada para penyandang stroke dimanapun berada, dalam kondisi apapun menderitanya bahwa mereka harus selalu optimis dan semangat, karena stroke bisa dipulihkan contohnya adalah saya bahkan insya Allah mampu jalan kaki Bandung," jelas dia.
Selain itu, dia juga ingin memberikan pesan kepada publik agar selalu menjaga kesehatan, jangan sampai pola hidup sehat baru dilakukan ketika stroke menerjang tubuh seperti pernah dia alami.
"Bagi yg belum janganlah sampai terkena stroke, karena penyakit stroke itu penuh penderitaan lahir dan batin dan karenanya perdulilah pada kesehatan diri," jelas dia.
• Lokasi Pelayanan SIM Keliling dan STNK Keliling Hari Ini di Jakarta, Jumat (25/10/2019)
• Pengiriman Bantuan Air Bersih untuk Warga Jakarta Timur Mengalami Keterlambatan
Bawa Bekal Rp 25.000.0000
Kakek satu orang cucu ini mengaku aksinya dilakukan secara individu. Perjalanan dari Bandung Jakarta nantinya ditemani sahabatnya semasa kuliah bernama Muzbar, seorang atlet maraton yang masih aktif hingga sekarang.
"Saya sendiri aja bikin kegiatan ini, karena saya ingin memotivasi publik supaya jangan sampai terkena stroke, yang sedag terkena stroke supaya tetap optimis melawan penyakitnya," jelas dia.
Untuk kegiatan jalan kaki Bandung - Jakarta ini, Komaruddin mengaku menyiapkan bekal sebanyak Rp 25.000.000. Uang itu ia kumpulkan untuk merealisasi keinginannya jalan kaki sejauh kurang lebih 150 kilo meter.
"Jadi biaya perjalanan ini dari persiapan Rp. 25 juta, kalaupun misalnya nggak bisa, ditekan ya bagaimana caranya," ungkapnya.
Dalam perjalanan nantinya, selain ditemai satu orang sahabat semasa kuliah. Komaruddin nantinya juga akan dikawal tim yang siap mendampinginya. Tim ini penting mengingat kondisinya yang merupakan mantan pengidap stroke.
"Dikawal satu mobil asistensi, dikawal juga oleh mobil ambulan, semua biaya sendiri enggak ada seponsor, hanya ada teman-teman yang menyumbang," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/komaruddin-warga-bekasi-mantan-pengidap-stroke-2.jpg)