Mayat Tanpa Identitas Membusuk di Hutan Salam Blitar, Bawa Uang Receh Hingga Rp 13 Juta

Mayat perempuan yang belum diketahui identitasnya ditemukan membusuk di Hutan Salam, Dusun Kalikuning, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Blitar

Penulis: Suharno | Editor: Erik Sinaga
SURYA.co.id/Samsul Hadi
Polisi bersama warga mengevakuasi mayat korban yang ditemukan di tengah Hutan Salam, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Sabtu (26/10/2019). Uang recehan Rp 1.000, Rp 2.000 dan Rp 5.000 yang ditemukan di dekat mayat perempuan tanpa identitas. 

Diketahui keterlambatan FL ke sekolah, karena malamnya ia sempat minum alkohol.

Terlambat, di sekolah FL kemudian mendapat hukuman dan dia menjalani hukuman itu.

Tersangka dan temannya itu diberi sanksi untuk menanam bunga di plastik.

Selesai melakukan hukuman itu, FL dan temannya merokok di halaman sekolah.

"Setelah selesai melaksanakan sanksi, mereka berdua duduk di halaman sekolah, sambil merokok," ucap Benny.

Perilaku kedua siswa itu, kemudian dilihat oleh korban.

Alexander Pangkey lantas menegur FL dan temannya.

"Disitulah, korban menegur tersangka dan temannya, agar tidak merokok," ujarnya.

Lanjutnya, teguran dari korban rupanya tidak diterima tersangka.

Sehingga, siswa kelas dua itu, pergi ke rumahnya mengambil pisau.

Saat tersangka kembali ke sekolah, dia bertemu dengan Alexander Pangkey yang saat itu sudah berada di atas sepeda motor.

Dijelaskan Kapolresta, seketika, tersangka langsung menikam Alexander Pangkey berulang kali.

"Korban terjatuh dari sepeda motornya, dan lari ke halaman sekolah, sambil minta pertolongan," ujar Bawensel.

Pantauan TribunJakarta.com di video yang beredar, Alexander Pangkey terdengar menyebut nama Tuhan berkali-kali.

Tak cuma itu Alexander Pangkey juga meminta FL untuk menghentikan aksi kejinya.

"Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus, so stop, dalam nama Yesus, tolong. Bawa akang di rumah saki, bawa akang di rumah saki, (tolong bawaain di rumah sakit)," teriak Alexander Pangkey.

Namun tersangka terus mengejar korban, dan kembali menikam korban berulang kali saat di halaman sekolah.

"Meski sudah kena tikam, korban sempat berdiri, dan kembali berjalan keluar dari halaman dan meminta pertolongan kepada guru lainnya," ujarnya.

Tambah Kapolresta, setelah puas menikam korban, tersangka, langsung lari dari lokasi kejadian. (*)

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved