Dinas Pendidikan DKI Minta Penjelasan SMP Budhaya III Terkait 5 Murid Tewas Saat Studi Tur
Dinas Pendidikan DKI Jakarta belum menerima penjelasan lengkap dari SMP Budhaya III Santo Agustinus terkait tewasnya 5 murid akibat tenggelam.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Kelima murid itu tewas tenggelam di Sungai Ciujung, Banten.
Kasudin Pendidikan Wilayah Satu Jakarta Timur Ade Narun mengatakan pihaknya tak menerima laporan sebelum SMP Budhaya III memboyong siswanya ke Kampung Baduy.
"Tidak, tidak ada laporan. Informasinya yang saya dapat mereka (SMP Budhaya III) enggak menyampaikan izin kepada kita," kata Ade saat dikonfirmasi di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (28/10/2019).
Padahal, setiap kegiatan yang digelar sekolah dan melibatkan murid seharusnya dilaporkan ke Sudin Pendidikan setempat.
Ade menuturkan kewajiban melapor tak hilang hanya karena SMP Budhaya III merupakan sekolah swasta karena tetap dinaungi Dinas Pendidikan DKI.
"Karena kita kan juga akan monitor ke mana mereka berangkatnya, tujuannya apa. Kita harus tahu tempatnya, membahayakan siswa atau tidak. Ada pungutan yang memberatkan siswa atau tidak," ujarnya.
Meski tak gamblang menyebut apa pihaknya melarang kegiatan studi tur, Ade menilai studi tur yang digelar SMP Budhaya III dinilai tak sesuai.
Menurutnya Sudin Pendidikan Jakarta Timur sudah menyarankan agar setiap kegiatan tak sampai digelar di luar lingkungan sekolah.
"Kami sih menyarankan setiap kegiatan dilakukan di lingkungan sekolah saja. Tapi kadang-kadang swasta itu enggak izin sama kita," tuturnya.
Sebagai informasi, pada Jumat (25/10/2019) siang lima murid SMP Budhaya III tewas tenggelam di Sungai Ciujung, Kampung Gajeboh, kawasan Kampung Baduy.
Mereka yakni Malvin Reizen Alvino, Moses Imanuel Baskoro, Paskaleo Anesho Telaumbanua, Syahrul Ramadhan, Christiano Arthur Immanuel Rumahorbo.
Hingga Minggu (27/10/2019) pihak keluarga korban belum menerima penjelasan resmi dari pihak sekolah terkait musibah yang terjadi.
Diharapkan jadi Pengacara, Keluarga Ikhlaskan Kepergian Christiano yang Tewas Tenggelam
Harapan Andi Malau (26) agar keponakannya, Christiano Arthur Immanuel Rumahorbo (14) jadi pengacara kandas saat menerima kabar duka dari pihak SMP Budhaya III, Jumat (25/10/2019).
Sekira pukul 13.30 WIB kala itu, Andi menerima kabar keponakan yang karib dan empat teman sekolahnya tenggelam di Sungai Ciujung, kawasan Baduy, Banten.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-tenggelam_20180923_103327.jpg)