Kasus Polisi yang Tembak Rekannya di Cimanggis Bakal Segera Disidangkan

kasus tersebut akan maju perdana dalam persidangan di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Rabu (30/10/2019).

Kasus Polisi yang Tembak Rekannya di Cimanggis Bakal Segera Disidangkan
Kompas.com
Ilustrasi 

Kemudian terdakwa masuk ke ruang tunggu SPKT Polsek Cimanggis dan saksi Rheiza menunggu diluar Polsek Cimanggis.

Setelah Terdakwa masuk di ruang tunggu SPKT Polsek Cimanggis tersebut, didalam ruangan tersebut terdakwa melihat dari ruang tunggu SPKT Polsek Cimanggis sudah ada pelaku tawuran Fahrul, saksi Adhi Bowo Saputro kepala SPKAT dan korban Rahmat Efendy di Ruangan SPKT Polsek Cimanggis.

Terdakwa lalu bertemu dan bersalaman dengan saksi Zulkarnain (Bapak Fahrul) dan saksi Zulkarnain menceritakan terkait peristiwa yang dialami oleh Muhamad Fahrul Zahri yang ditangkap membawa Celurit yang diduga hendak melakukan tawuran.

Terdakwa pun meminta kepada kepala SPKT Ipda Adhi Wibowo agar kasus tawuran yang dilakukan ponakanya tidak diperpanjang dan keluarga akan membina.

Namun, korban Bripka Rahmat Efendy menjawab dengan nada keras kepada terdakwa dan berkata:

"Kamu siapa, saya yang menangkap saya sedang tungguin laporanya terdakwa menjawab mohon izin dengan siapa saya bicara, korban Bripka Rahmat menjawab: Saya yang pegang Jatijajar sudah kamu keluar saja, junior saja kamu nanti saya laporkan kamu nanti saya yang laporkan kamu"

Pemilik Mobil Daihatsu Grandmax yang Picu Kebakaran SPBU Cipayung Terancam 5 Tahun Penjara

Sisa Gas Air Mata Masih Terasa Usai Pecahnya Tawuran di Manggarai

Keluarga Korban JT610 Desak Lion Air Selesaikan Pembayaran Santunan

Selanjutnya, terdakwa keluar ruang SPKT Polsek Cimanggis dan terdakwa berdiri kemudian berjalan kurang lebih tiga langkah keluar terdakwa mencabut senjata api pistol yang diselipkan dipinggang sebelah kanan terdakwa.

Terdakwa kemudian berbalik ke kiri sambil mengokang dan menodongkan senjata api warna hitam dengan genggaman tangan kanan, lalu yang bersangkutan mengarahkan senjata api jenis pistol HS 9 warna hitam tersebut ke arah korban Rahmat Efendi.

Peristiwa pun terjadi, terdakwa menembakan senjata api tersebut sebanyak 7 kali ke arah korban Rahmat Efendi dan seketika juga Rahmat Efendi jatuh ke lantai.

Setelah itu terdakwa langsung diamankan oleh para saksi yang masih menggenggam senjata api di tangan kanannya tersebut.

Halaman
123
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved