Breaking News:

UMK Kabupaten Bekasi 2020

Buruh Usulkan UMK Kabupaten Bekasi 2020 Sebesar Rp 4,9 Juta

Bais mengungkap, serikat buruh sepakat kenaikan sebesar 18 persen dari UMK 2019 yang saat ini nilainya, Rp 4.146.126 per bulan.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Thinkstockphotos.com Via Kompas.com
Ilustrasi upah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG - Pembahasan terkait Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Bekasi tahun 2020 mulai dilakukan dewan pengupahan yang terdiri dari pemerintah diwakili Dinas Tenaga Kerja, serikat buruh dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Abdul Bais anggota dewan pengupahan perwakilan dari Serikat Buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), mengatakan, rapat perdana dewan pengupahan telah berlangsung pada, Rabu, (30/10/2019) lalu.

"Kita sudah rapat perdana dewan pengupahan, isinya baru sebatas infomasi seputar surat edaran Menteri Tenaga Kerja," kata Bais kepada TribunJakarta.com, Jumat, (1/11/2019).

Untuk usulan UMK 2020 yang nanti akan dibawa dalam rapat dewan pengupahan selanjutnya, Bais mengungkap, serikat buruh sepakat kenaikan sebesar 18 persen dari UMK 2019 yang saat ini nilainya, Rp 4.146.126 per bulan.

Anggaran DKI Jakarta Jadi Sorotan, Kepala Bappeda Pilih Mengundurkan Diri

"Dari hasil survey yang kita lakukan, rekomendasi UMK 2020 naik 15 persen dari UMK saat ini, berarti itu nilainya Rp 4,9 juta per bulan," kata Bais.

Usulan kenaikan UMK ini kata Bais, merupakan hasil survey dengan berpatokan pada survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang memiliki 78 komponen sesuai hasil kesepakatan Dewan Pengupahan Nasional (Depenas).

"Kita berharap kenaiakan UMK 2020 itu di atas 15 persen sesuai dengan undang-undang berpatokan survey KHL setiap tahunnya," kata Bais.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved