Kontroversi Anggaran DKI Jakarta
Heboh Anggaran Rp 5 M, Kadis Pariwisata DKI Mundur: Pensiun Masih Lama, Gaji Berkurang Puluhan Juta
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI (Disparbud) Jakarta Edy Junaedi mengundurkan diri dari jabatannya.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
Edy sempat menanggapi anggaran tersebut.
Dia menyatakan, anggaran Rp 5 miliar bukan hanya untuk biaya influencer.
"Saya luruskan, anggaran itu bukan satu influencer Rp 1 miliar. Di dalamnya itu ada macam-macam, ada belanja event dan biaya publikasi," ujar Edy, Senin (28/10/2019).
Edy menyampaikan, kegiatan tersebut sudah diterapkan bertahun-tahun.
Namun, anggaran itu akhirnya dicoret dari rancangan KUA-PPAS 2020 pada awal Oktober lalu dan dialihkan untuk anggaran balap mobil listrik Formula E 2020.
Edy Ingin Jadi Staf Anjungan DKI Jakarta di TMII
Edy disebut ingin menjadi staf di anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
"Dia ingin ke sana minatnya, ingin jadi staf anjungan Taman Mini," ujar Chaidir saat dihubungi, Jumat (1/11/2019).
Menurut Chaidir, Edy mundur tanpa tekanan dari pihak mana pun.
Chaidir membantah pengunduran diri Edy berkaitan dengan kasus anggaran Rp 5 miliar untuk membayar influencer dalam rancangan kebijakan umum anggaran-prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) untuk anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020.
"Mengundurkan diri atas permintaan sendiri, siapa yang mau tekan menekan," kata Chaidir.
Dikutip dari Kompas.com, Edy mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (31/10/2019). Surat pengunduran diri disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.
Sebelum Edy mengundurkan diri, anggaran influencer di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta disoroti banyak pihak dan viral di media sosial.
Dalam dokumen rancangan KUA-PPAS 2020, anggaran sebesar Rp 5 miliar ditulis untuk membayar lima influencer.
Gaji Turun Puluhan Juta
