Protein Hewani atau Protein Nabati, Mana yang Lebih Penting Bagi Tubuh? Berikut Penjelasan Ahli

Protein hewani yang tidak dapat terpenuhi dengan baik, biasanya berdampak pada berbagai gangguan kesehatan fisik

Protein Hewani atau Protein Nabati, Mana yang Lebih Penting Bagi Tubuh? Berikut Penjelasan Ahli
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Saptawati Bardosono, pakar gizi dari Universitas Indonesia memaparkan betapa pentingnya mengkonsumsi protein hewani bagi kesehatan tubuh, di acara Frisian Flag Indonesia MilkVersation, Senin (4/11/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - "Rendahnya tingkat konsumsi protein hewani di tengah masyarakat Indonesia berdampak bukan hanya pada terhambatnya pertumbuhan individu, tapi juga dapat berakibat terhadap rendahnya kualitas generasi penerus bangsa," kata Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

Menjadi komponen utama dari jaringan tubuh, protein merupakan senyawa kimia yang terdiri dari rangkaian Asam Amino (AA) dengan ikatan peptide, yang dapat ditemukan dari dua jenis sumber, yakni hewani dan nabati.

Namun, dari kedua jenis sumber protein tersebut, manakah yang lebih penting bagi kesehatan tubuh?

Saptawati Bardosono, seorang pakar gizi dari Universitas Indonesia menjelaskan bahwa kedua jenis protein tersebut sama-sama memiliki manfaat yang baik bagi tubuh.

Namun meski sama-sama bermanfaat, kandungan Asam Amino serta struktur yang dimiliki oleh protein hewani, tak sama dengan protein nabati.

Pada protein hewani, Asam Amino yang terkandung adalah Asam Amino Esensial lengkap yang sangat berperan penting pada periode masa pertumbuhan maupun fase kehidupan berikutnya.

"Asam Amino merupakan senyawa organik dari sumber protein, yang terurai ketika masuk ke dalam tubuh. Pada protein hewani, Asam Amino yang terkandung adalah Asam Amino Esensial lengkap yang sangat berperan penting pada periode masa pertumbuhan maupun fase kehidupan berikutnya," kata dr.Saptawati dalam pemaparannya di acara Frisian Flag Indonesia MilkVersation, Senin (4/11/2019).

Menurut Saptawati, protein nabati tidak mengandung Asam Amino esensial yang lengkap sebagaimana yang ada dalam kandungan protein hewani.

Protein hewani yang tidak dapat terpenuhi dengan baik, biasanya berdampak pada berbagai gangguan kesehatan fisik.

DPRD Sarankan Pemprov DKI Libatkan Mahasiswa untuk Tata Kawasan Kumuh

Anggaran Penataan Kampung Kumuh di DKI Jakarta Hingga Rp 556 Juta per RW Dinilai Tak Masuk Akal

Mulai dari terhambatnya pertumbuhan yang menyebabkan stunting dan gangguan kognitif, anemia, kerusakan terhadap kualitas tulang, gigi, rambut, kulit, hingga bisa berpengaruh kepada emosi dan kesehatan mental seseorang.

"Inilah mengapa protein hewani berkualitas dengan Asam Amino lengkap menjadi kebutuhan primer, serta bentuk investasi gizi dalam menjaga kesehatan jangka panjang," papar Saptawati.

Adapun sumber protein hewani sendiri dapat ditemukan dari berbagai jenis makanan.

Seperti susu sapi, daging, telur, daging ikan, atau daging unggas seperti ayam.

"Susu Sapi juga menjadi salah satu sumber protein hewani yang baik, bukan hanya karena kandungan Asam Amino lengkapnya, tapi juga formula cairnya yang mudah diserap tubuh," ungkapnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved