Kisah Haer Bertahan Jadi Tukang Patri: Bayaran Seikhlasnya, Sering Diberi Orang

Pada eranya, jasa tukang patri masih banyak dicari orang untuk memperbaiki panci, dandang dan lain sebagainya bila berlubang.

Kisah Haer Bertahan Jadi Tukang Patri: Bayaran Seikhlasnya, Sering Diberi Orang
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Haer, tukang patri sejak 10 tahun lalu, Selasa (5/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Di bawah terik matahari, langkah Haer (73) tampak tertatih.

Hal ini lantaran beban yang dipikulnya tak sebanding dengan sisa tenaga di usia senjanya.

Ya, meskipun berusia 73 tahun, Haer masih berjuang mencari rezeki halal dengan menjadi tukang patri.

Pada eranya, jasa tukang patri masih banyak dicari orang untuk memperbaiki panci, dandang dan lain sebagainya bila berlubang.

Namun, saat ini jasa tukang patri tak banyak di cari orang.

Sehingga, tak jarang Haer harus pulang dengan tangan kosong setelah menempuh puluhan kilometer dari pagi hingga sore hari.

"Kontrakan di Gang Rambo, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. Tapi memang kan keliling, jadi bisa sampai Ciracas dan sudah kemana-mana sekuatnya saya," ucapnya di Jakarta Timur, Selasa (5/11/2019).

Sebenarnya, Haer sudah 10 tahun lalu berprofesi sebagai tukang patri.

Bermodalkan biaya seadanya, ia memutuskan mengadu nasib dari Tasik ke Jakarta.

Halaman
123
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved