Presiden Jokowi Singgung Rangkulan Surya Paloh dan Sohibul Iman, PSI: Sindiran, PDIP: Itu Guyonan
Presiden Jokowi singgung rangkulan Surya Paloh dan Sohibul Iman, PSI Anggap Sindiran, PDIP: Itu Hanya Guyonan.
Penulis: Suharno | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sindirian Presiden Jokowi terhadap Surya Paloh ini mengundang perhatian sejumlah pihak termasuk politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli.
Dirinya menilai pernyataan yang disampaikan Jokowi itu merupakan sindiran keras terhadap Surya Paloh.
Hal tersebut disampaikannya lewat akun twitternya @GunRomli; pada Kamis (6/11/2019).
Dalam postingannya, Guntur Romli menyebut manuver politik yang yang dilakukan oleh Surya Paloh sangat dini dan terlalu jauh.
Mengingat kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 baru saja usai, tetapi Surya Paloh sudah membidik Pilpres 2024 mendatang.
"Banyak yg menganggap manuver Surya Paloh belakangan ini sbg upaya membangun 'Poros Baru 2024' , padahal 2019 baru selesai, NasDem dapat 3 menteri, Jokowi sdah melihat manuver ini kejauhan, yg potensial bisa ganggu koalisi khususnya dlm pemerintahan... Ini sindiran keras Jokowi," tulis Guntur Romli menyertai video sambutan Jokowi.
• Bek Persib Bandung Fabiano Beltrame Resmi Jadi WNI, Kemenpora Perketat Aturan Naturalisasi
Memang diakuinya, periode 2019-2024 merupakan tahun terakhir kepemimpinan Jokowi berkuasa, akan tetapi Jokowi menurutnya memiliki keinginan untuk mewariskan pemerintahan yang bekerja nyata, bukan manuver politik yang dapat merusak koalisi.
"2019-2024 adalah periode terakhir Jokowi, dia ingin meninggalkan warisan pemerintahan yg nyata, tdk punya kepentingan 2024 (berbalik dgn manuver yg ditunjukkan Surya Paloh, manuver yg terlalu dini dan jauh. Ingat loh kata Jokowi 'saya tidak punya beban lagi'," tulisnya mengutip pernyataan Jokowi.
Teguran yang disampaikan Jokowi lewat sindiran atas kedekatan Surya Paloh dengan Sohibul Iman itu dianalogikan Guntur Romli layaknya seorang pelatih kepada para pemain sepak bola. Jokowi yang berperan sebagai pelatih tidak ingin para pemainnya tidak fokus bekerja dan justru bermanuver sendiri hingga terjebak permainan lawan politik.
"Ibarat pelatih bola, Jokowi sedang teriak pada pemainnya yg cuma asyik dgn permainannya sendiri bukan bermain secara tim, cuma goreng2 bola sendiri, berlarian kesana kemari, gak sadar posisinya, malah ikut permainan lawan," tulis Guntur Romli.
"Jokowi ingin koalisinya serius dan solid bekerja bukan malah pamer akrobat politik tidak jelas, permainan politik sudah selesai dgn 2019, saatnya serius bekerja, saatnya singsingkan lengan baju giat bekerja bukan malah rangkul2an tdk jelas," tutupnya.
PDIP Anggap Itu Hanya Guyonan
Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai, sindiran Presiden Jokowi kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, merupakan sebuah guyonan atau candaan atau gojekan.
Apalagi, Presiden Jokowi menggunakan istilah wajah Surya Paloh terlihat lebih cerah setelah bertemu Presiden PKS Sohibul Iman.
"Saya maknai bukan sebagai sindiran, tapi itu gojekan khas ala Pak Jokowi," kata Hasto Kristiyanto seusai menghadiri HUT ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11/2019) malam.