Fraksi PKS DPRD DKI Enggan Komentari Berdirinya Partai Gelora Indonesia

Partai Gelora Indonesia sendiri merupakan partai baru yang diinisiai oleh mantan Presiden PKS Anis Matta dan Fahri Hamzah.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Instagram/@fahrihamzah via Kompas.com
Pendiri Partai Gelora, Fahri Hamzah (kiri), dan Anis Matta (kanan). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Ketua DPRD DKI dari PKS Abdurrahman Suhaimi enggan berkomentar soal berdirinya Partai Gelora Indonesia.

Partai Gelora Indonesia sendiri merupakan partai baru yang diinisiai oleh mantan Presiden PKS Anis Matta dan Fahri Hamzah.

Selain kedua tokoh tersebut, beberapa kader PKS, seperti Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi hingga bekas Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana juga dikabarkan merapat.

Suhaimi pun mengaku belum mengetahui soal partai yang sebagian kadernya merupakan eks PKS tersebut.

"Aduh saya belum komentar dulu. Saya belum tahu," ucapnya, Jumat (8/11/2019).

Politisi berusia 57 tahun ini pun memilih bungkam hingga Partau Gelora Indonesia dideklarasikan.

"Nanti deh kalau sudah fixed ya," ujarnya saat dihubungi.

Perjalanan Partai Gelora

Partai Gelora dikabarkan akan melakukan deklarasi pada 10 November 2019 mendatang.

Partai ini ditargetkan akan ikut kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Diketahui, Partai Gelora adalah akronim dari Partai Gelombang Rakyat.

Dikutip dari Kompas.com, sejarah Partai Gelora identik dengan sosok Fahri Hamzah dan Anis Matta yang merupakan tokoh di balik terbentuknya partai ini.

Gelora dimulai dari Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang kemudian bertransformasi menjadi partai.

Lantas siapa saja tokoh-tokoh yang akan bergabung dalam Partai Gelora?

1. Fahri Hamzah

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah seusai mengunjungi redaksi Tribunnews di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (29/1/2019). Kunjungan Fahri Hamzah tersebut dalam rangka membahas perkembangan isu politik terkini sekaligus bersilaturahmi dengan Redaksi Tribunnews.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah seusai mengunjungi redaksi Tribunnews di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (29/1/2019). Kunjungan Fahri Hamzah tersebut dalam rangka membahas perkembangan isu politik terkini sekaligus bersilaturahmi dengan Redaksi Tribunnews. (Tribunnews/Jeprima)

Fahri menjadi sosok utama di balik terbentuknya Partai Gelora.

Seperti diketahui, Fahri dulunya merupakan politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Namun Fahri sempat bersengketa dengan PKS.

Pada 2016 ia dipecat dari seluruh jenjang jabatan di kepartaian.

Ia kemudian menuntut PKS untuk membayar ganti rugi Rp 30 miliar.

Kepada Antara, Fahri mengatakan bahwa partai Gelora dibentuk karena adanya permintaan dari para Anggota Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang diinisiasi bersama mantan Presiden PKS Anis Matta.

Fahri menyebut anggota yang tergabung dalam Partai Gelora merupakan orang potensial menjadi kepala daerah sehingga dirinya yakin akan menang dalam kontestasi nanti.

2. Anis Matta

Anis Matta
Anis Matta (Tribunnews.com/Herudin)

Anis Matta juga merupakan sosok lain di balik berdirinya Partai Gelora selain Fahri Hamzah.

Anis lah yang semula menginisiasi berdirinya Ormas Garbi hingga kemudian ormas tersebut menjadi partai.

Melansir dari Kompas.com (4/01/2019), gerakan ormas Garbi dimulai di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang kemudian melebarkan sayap ke seluruh pelosok negeri.

Anis Matta mnerupakan politisi dari PKS. Dulunya ia merupakan Presiden PKS. Namun pada 2015 ia kemudian diganti oleh Sohibul Iman yang menjabat PKS periode 2015-2020.

3. Deddy Mizwar

Deddy Mizwar
Deddy Mizwar (Tribunnews.com/Jeprima)

Deddy Mizwar merupakan sosok yang memberikan sinyal akan bergabung ke Partai Gelora.

Hal tersebut diungkapkan Deddy melalui akun Twitter-nya. "Gelora... Perjalanan Baru... Visi Baru... Arah Baru," ujar Deddy dalam akun Twitter pribadinya, Rabu (6/11/2019).

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Deddy pun membenarkan tentang rencananya bergabung dengan Gelora.

Alasan bergabung, diesbut Deddy karena ia dan Partai Gelora memiliki kesamaan visi. Deddy sendiri merupakan politisi dari Partai Demokrat.

Ia berencana mengundurkan diri dari Demokrat usai Partai Gelora dideklarasikan.

4. Hadi Mulyadi

Hadi Mulyadi merupakan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) untuk periode 2018-2023.

Hadi merupakan politisi asal PKS.

Ia juga merupakan Anggota Majelis Syuro PKS untuk beberapa periode.

Sebelum menjadi Gubernur, Hadi sempat menjadi Wakil Ketua DPRD Kaltim periode 2009-2914.

Serta Anggota DPR RI Periode 2014-2019.

5. Triwisaksana

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Selasa (14/11/2017). KOMPAS.COM/JESSI CARINA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Selasa (14/11/2017). KOMPAS.COM/JESSI CARINA (Kompas.com/Jessi Carina)

Triwisaksana juga merupakan sosok politisi asal PKS.

Ia sempat menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta selama dua periode mulai 2009-2014 dan 2014-2019.

 Polri Siap Investigasi Desa Fiktif yang Manfaatkan Anggaran Negara

 Kisah Ari, PPSU Pondok Kopi Bantu Anak Yatim dan Dhuafa Bersama Laskar Dompet Yatim

 Tak Terima Sang Keponakan Dihamili, Keluarga Keroyok Kekasih SW Sampai Babak Belur

Meski sempat menjadi Wakil Ketua DPRD DKI selama dua periode, kini Triwisaksana tak mencalonkan kembali dalam Pemilihan Legislatif 2019.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ormas Garbi, Fahri Hamzah dan Perjalanan Partai Gelora...",

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved