Cerita Didi, Trauma Jadi Pengemis Kini Beralih Jadi Pedagang Mainan Keliling di Pasar Minggu

Memiliki pengalaman buruk dan sempat terjaring oleh satgas P3S Sudin Sosial Jakarta Selatan, tak membuat Didi lantas putus asa

Cerita Didi, Trauma Jadi Pengemis Kini Beralih Jadi Pedagang Mainan Keliling di Pasar Minggu
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Didi penjual mainan kincir angin di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Supardi (65), penjual mainan kincir angin masih alami trauma usai diciduk petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudin Sosial Jakarta Selatan 2 tahun silam.

Pria yang akrab disapa Didi ini merupakan anak pertama dari 6 bersaudara.

Usai mengalami demam tinggi saat usia 7 tahun, Didi menjadi sulit komunikasi dan hanya banyak bicara pada keluarganya.

Hingga menginjak usia senja, Didi masih melajang dan tinggal bersama satu diantara adiknya yang bernama Asih (47).

Sejak dulu, Asih mengatakan jika abangnya itu jarang keluar rumah. Bahkan kesehariannya hanya dihabiskan dengan aktivitas makan dan tidur-tiduran saja.

Selanjutnya pada tahun 2017, Asih mengungkapkan bahwa Didi sempat menjadi pengemis di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Begitu kita tahu ya kita omelin, kita bilangin jangan begitu. Ya mungkin karena dia melihat orang seperti itu dan dapat uang ya ikutan," kata Asih di kediamannya, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

Meskipun kerap di larang, suatu hari Didi kembali keluar rumah dan menjadi pengemis.

Saat itu, Didi diketahui terjaring oleh satgas P3S Sudin Sosial Jakarta Selatan.

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved