Pemadam Terjebak Macet, Warga Gotong-royong Padamkan Api di Gudang Plastik

Sebab, selain adanya perbaikan jalan, kondisi jalan menuju lokasi cukup sempit sehingga menyulitkan mobil pemadam kebakaran.

Pemadam Terjebak Macet, Warga Gotong-royong Padamkan Api di Gudang Plastik
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Lokasi kebakaran di lapak pengolahan plastik di Jalan Kampung Gaga, RT 04 RW 13, Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM,  KALIDERES - Pemadaman lapak sekaligus gudang plastik yang ludes terbakar di Jalan Kampung Gaga, RT 04 RW 13, Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat terkendala akses jalan.

Sebab, selain adanya perbaikan jalan, kondisi jalan menuju lokasi cukup sempit sehingga menyulitkan mobil pemadam kebakaran.

"Kondisi memang terkendala jalan macet dan adanya perbaikan. Kami terima berita Pukul 07.50 WIB, tapi unit pertama baru tiba Pukul 08.30 WIB," kata Kasiop Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Rompis Romlih, Kamis (21/11/2019).

Rompis mengatakan, api baru bisa dipadamkan seluruhnya Pukul 11.00 WIB.

Banyaknya material plastik dan cuaca panas membuat api sulit dimadamkan.

"Kami turunkan 23 unit, 17 mobil dari Jakarta Barat dan enam unit bantuan dari Tangerang," ujarnya.

Gelapkan Mobil Teman Sampai ke Banten, Seorang Pria Ditangkap Satreskrim Polres Pelabuhan

Belasan Tahun Jual Sayuran, Engkong Tengeng Terkendala Modal, Dagang Kalau Dapat Pinjaman Uang

Selama menunggu kedatangan mobil pemadam, warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

Termasuk, mengambil air dari empang yang berada tepat di sebelah lapak plastik yang terbakar.

"Pada angkutin dari empang terus dilemparin kesana (lapak). Soalnya kalau nunggu mobil takut keburu merembet kemana-mana karena apinya itu besar banget," kata Inah (40) warga sekitar.

Selain berusaha memadamkan menggunakan air empang, warga juga sempat menyelamatkan beberapa material plastik agar kebakaran tak semakin membesar.

"Tadi plastik-plastik yang belum sempat kebakar kita selametin dulu biar apinya enggak malah makin besar," ujarnya.

Pantauan TribunJakarta.com, lapak semi permanen yang ada di lahan sekitar 3.000 meter persegi ini sudah rata dengan tanah.

Bau menyengat dari plastik yang terbakar masih begitu menyengat di tempat ini.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved