Sekolahnya Retak dan Rawan Ambruk, Siswa Disabilitas di Tangsel Diliburkan

Indri Firmandyah, salah satu guru SKh itu mengatakan, pihaknya sudah mengajukan untuk menggunakan gedung kosong UPT Pendidikan

Sekolahnya Retak dan Rawan Ambruk, Siswa Disabilitas di Tangsel Diliburkan
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 Tangerang Selatan (Tangsel), Serpong, tiba-tiba timbul banyak retakan di dinding dan permukaan lantai menjadi miring, Senin (25/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Sebanyak 84 siswa disabilitas Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 Tangerang Selatan (Tangsel) terpaksa diliburkan karena bangunan sekolah mulai retak dan rawan ambruk.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, sekolah yang berlokasi di Jalan Cendana, Serpong, Tangsel itu timbul banyak retakan di dinding dan lantai sejak tiga bulan lalu.

Bahkan retakan di lantai dan dinding itu semakin lebar setiap harinya.

Atas dasar itu, pihak sekolah terpaksa meliburkan kelas TK sampai SMA di sekolah itu.

Siswa tuna rungu dan tuna grahita itu belum jelas akan direlokasi ke mana untuk melanjutkan kegiatan belajar mereka.

Indri Firmandyah, salah satu guru SKh itu mengatakan, pihaknya sudah mengajukan untuk menggunakan gedung kosong UPT Pendidikan tidak jauh dari sekolah.

Namun sayangnya belum ada tanggapan dari Pemkot Tangsel.

"Kita mengajukan dong, tolong dong. Kita tahu ini kan sekolah khusus kewenangannya Provinsi Banten, tapi kan saya pikir karena kemnusiaan, tolong dong direlokasi sementara, kan UPT kosong, jadi anak-anak dan barang-barang sementara di situ sementara, sampai kita bisa membeli tanah dan membangun sekolah sendiri," ujar Indri atau yang karib disapa Iin saat ditemui di sekolah, Senin (25/11/2019).

Kisah Kakek Ali, Usia 70 Tahun Namun Masih Gigih Jual Koran, Setiap Hari Jalan Kaki Keliling Kampung

Kisah Pilu Korban First Travel: Aset Disita Hingga Puluhan Calon Jemaah Meninggal Dunia

Indri bahkan mengatakan, para guru terpaksa membawa perlengkapan sekolah ke rumah masing-masing.

Hal itu karena kondisi bangunan sudah siaga satu. Kemungkinan ambruk atau longsor bisa saja terjadi, terlebih intensitas hujan yang meninggi.

"Rumah kita-kita nih, rumah guru-guru yang punya lahan kosong, masukin barang-barang sekolah. Abis gimana masa kita mau menunggu birokrasi yang lama," ujarnya.

Sementara, siswa diliburkan sementara sampai Jumat (29/11/2019), karena pada awal pekan depannya mereka harus ujian.

Indri mengatakan, pihaknya belum mendapatkan lokasi pasti, namun sudah merencanakan akan menumpang pada satu TK di dekat sekolah.

"Di TK Assalam, tapi kita mulainya jadi siang jam 11. Sampai seselesainya karena kan enggak enak juga numpang. Kita sampai selesi UAS saja," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved