Hampir Terlindas Kereta di Stasiun Cikini, Penyandang Tuna Netra Ajukan Somasi Terhadap PT KCI

Penyandang tuna netra, Fazlur Rahman, mengajukan somasi atau teguran kepada pihak PT KCI (Kereta Commuter Indonesia) melalui Kementerian Perhubungan.

Hampir Terlindas Kereta di Stasiun Cikini, Penyandang Tuna Netra Ajukan Somasi Terhadap PT KCI
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Sisa-sisa batang pohon angsana dan beringin yang berada di trotoar Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Penyandang tuna netra, Fazlur Rahman, mengajukan somasi atau teguran kepada pihak PT KCI (Kereta Commuter Indonesia) melalui Kementerian Perhubungan.

Sebabnya, pria yang akrab disapa Alun ini hampir terlindas kereta api di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat beberapa hari lalu.

"Saya sudah menuntut Kementerian Perhubungan sebagai regulator, agar memberi sanksi kepada PT KCI berupa class action dan somasi, sebagai bukti komitmen taat peraturan," kata Alun saat dihubungi Wartawan, Jumat (29/11/2019).

Prakiraan Cuaca Jakarta Menurut BMKG Hari Jumat Ini, Sedia Payung Sebelum Hujan

Alun menuturkan, kronologi saat itu dirinya hendak naik kereta rel listrik (KRL) tujuan Klender Jakarta Timur.

Namun, Alun malah terperosok atau jatuh di sela-sela lubang antara peron stasiun dengan pintu KRL.

"Nah, saat itu terjadi, petugas atau sekuriti KCI tidak membimbing saya dari peron ke atas kereta," ujar Alun.

Karena itu, Alun mengatakan dirinya kurang diperhatikan sebagai pengguna transportasi publik.

"Semua transportasi masih melakukan stigma meremehkan kemanusiaan dan tidak melaksanakan aturan yang telah mereka buat sendiri," kata Alun.

Alun menyebut, komitmen PT KCI dalam melayani penyandang tuna netra masih lemah.

"PT KCI komitmenya masih lemah. Ini terbukti dari prosedur keluhan penumpang yang sudah satu minggu ditanggapi," ujarnya.

Karenanya, Alun berharap pada hari disabilitas internasional (HDI) yang jatuh pada 3 Desember mendatang, PT KCI lebih memperhatikan penyandang tuna netra dan disabilitas.

"Negara wajib memberi komitmen dan ketegasan dalam mewujudkan transportasi yang akses, ramah, mudah, untuk penyandang disabilitas. Kalau tidak diperjuangkan sekarang, kapan lagi," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved