Damkar Jakarta Timur Pastikan Perlengkapan Evakuasi Warga Saat Banjir Berfungsi Baik

Pengecekan meliputi kondisi perahu karet, pelampung, unit mobil pompa, hingga pendataan lokasi rawan banjir yang warganya berpeluang dievakuasi.

Damkar Jakarta Timur Pastikan Perlengkapan Evakuasi Warga Saat Banjir Berfungsi Baik
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kasi Ops Sudin PKP Kota Jakarta Timur Gatot Sulaeman di Jatinegra, Jakarta Timur, Selasa (23/4/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Damkar Jakarta Timur mengambil langkah cepat menghadapi musim hujan dan ancaman musibah banjir yang memaksa warga harus mengungsi.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan sejak jauh hari segala perlengkapan evakuasi warga sudah dicek kelaikannya.

Pengecekan meliputi kondisi perahu karet, pelampung, unit mobil pompa, hingga pendataan lokasi rawan banjir yang warganya berpeluang dievakuasi.

"Sudah siap 100 persen, sudah ready semua. Semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk evakuasi warga saat banjir kondisinya sudah dipastikan baik," kata Gatot di Matraman, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019).

Langkah tersebut tak lepas dari banyaknya jumlah warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung, di antaranya wilayah Kecamatan Kramat Jati dan Jatinegara.

Gatot menuturkan penempatan, jumlah personel, berikut perlengkapan evakuasi bersifat situasional dan laporan warga yang meminta dievakuasi.

"Jadi disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Di mana lokasi warga yang membutuhkan bantuan evakuasi pasti langsung ditindaklanjuti anggota terdekat dari lokasi," ujarnya.

Penemuan Granat Asap, Polisi bakal Tanyakan Saksi Ledakan di Monas

Ini Lokasi Pelayanan SIM Keliling dan Samling Hari Ini di Jakarta, Rabu (4/12/2019)

Terdengar Suara Air & Bau Amis Menyengat, Warga Temukan MS Tengah Alami Pendarahan di Kamar Mandi

Sebelumnya, Kasudin Sosial Jakarta Timur Purwono mengatakan ada lima Kelurahan di Jakarta Timur yang warganya rawan mengungsi saat banjir.

Yakni di Kelurahan Bidara Cina, Kelurahan Kampung Melayu, Kelurahan Cawang, Kelurahan Cililitan, dan Kelurahan Balekambang.

"Total jiwa pengungsi hampir 3.000, karena rata-rata jiwa yang mengungsi dari masing-masing Kelurahan hampir 500. Memang kalau banjir jumlah pengungsinya lebih banyak dibanding kebakaran," tutur Purwono.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved