Penangkapan Geng Motor
Tawuran Maut Antar Geng Motor di Sunter Diawali dari Grup WhatsApp, Kak Seto Singgung Naluri Remaja
Tawuran yang terjadi di Jalan Sunter Kangkungan, Tanjung Priok, Jakarta Utara itu diawali dari adanya ajakan lewat grup WhatsApp.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
FAP masih berusia 16 tahun dan FF, 14 tahun.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, para geng motor ini menganggap tawuran sebagai hiburan.
"Yang menarik dalam pengungkapan kasus ini bahwa kami kemudian, menemukan fakta di dalam grup WA mereka bahwa mereka mengatakan bahwa tawuran ini sebagai hiburan," kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (26/11/2019).
Para anggotanya saling kenal lantaran sering berkumpul di satu bengkel yang sama di daerah Kemayoran.
Karena saling kenal dan sering kumpul bareng, mereka akhirnya membuat grup WhatsApp bernama 'Team_setting_judulnya'
Di grup itulah terdapat pesan ajakan tawuran yang dianggap anggota geng motor ini sebagai sarana hiburan.
"Saya bacakan, 'makasih hiburannya ya, persahabatannya, angan ada dendam di antara kita'," kata Budhi membacakan isi pesan di grup WhatsApp tersebut.
"Padahal sudah ada meninggal, kemudian ada yang mengatakan: 'gila temen gua koma ya, temen gua koma satu ya, gapapa next time kita lanjut'," lanjut Budhi membacakan isi pesan tersebut.=