Cerita Aziz Jadi Tukang Asah Keliling Sejak 1973, Dapat Berkah karena Tak Pasang Tarif

Puluhan tahun jadi tukang asah keliling, Surnaji (60) tak pernah pasang tarif. hal itu malah membuatnya mendapat keberkahan.

Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Surnarji, tukang asah keliling asal Cirebon, Kamis (5/12/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK MELATI - Puluhan tahun jadi tukang asah keliling, Surnaji (60) tak pernah pasang tarif.

Surnarji atau biasa disapa Azis ini sudah tinggal di Jakarta sejak tahun 1973.

Alasannya merantau tentunya untuk memperbaiki ekonomi keluarganya.

Surnarji, tukang asah keliling asal Cirebon, Kamis (5/12/2019)
Surnarji, tukang asah keliling asal Cirebon, Kamis (5/12/2019) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Namun, alasan utamanya datang dari Cirebon ke Jakarta untuk tetap bisa bekerja setiap hari.

"Ya dulu waktu di kampung kan kerjanya kalau ada yang suruh aja. Kalau enggak di suruh jadi pengangguran. Tapi kalau di siji kan beda, setiap hari pasti saya bekerja," katanya di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/12/2019).

Sesampainya di Jakarta, Azis mengontrak bersama teman-teman sekampungnya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Saat itu, ia belum terpikirkan akan bekerja apa. Namun, usai melihat tukang asah keliling, dirinya mengaku langsung tertarik.

"Kebetulan saya melihat tukang asah keliling bawa gerinda ini. Saya tanya penghasilannya ternyata lumayan. Wah saya tertatik dong. Yang penting bisa kasih uang ke kampung aja," sambungnya.

Akhirnya di tahun yang sama, Azis memutuskan untuk menjadi tukang asah keliling Ibu Kota setiap harinya.

Ketika disinggung soal harga perbarang yang diasah, Azis menuturkan tak pernah mematoknya.

Hal itu ia lakoni sejak tahun 1973 hingga saat ini dengan alasan ekonomi pengguna jasanya.

"Harga? Wah dari dulu enggak pernah kasih harga. Jadi pada bayar seikhlasnya aja. Kalau saya melihatnya seperti ini, ekonomi tiap orang kan beda-beda. Siapa tahu mereka lagi butuh jasa saya tapi uangnya pas-pasan. Nah di situ hati saya yang enggak sanggup buat kasih tarif kayak orang-orang," ungkapnya.

Selama 46 tahun tak pasang tarif, rupanya menjadi keberkahan tersendiri bagi Azis.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved