Reuni 212

Mirza Sani Menghilang Setelah Pamit Reuni 212: Sosok Pemalu dan Terpisah Saat Konvoi

Sudah 3 hari berselang, pihak keluarga belum terima kabar penemuan Mirza Sani (57). Ia menghilang setelah pamit ikut Reuni 212.

ISTIMEWA/Dok Pribadi
Mirza Sani, orang hilang saat hendak ke reuni 212 pada Senin (4/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Sudah 3 hari berselang, pihak keluarga belum terima kabar penemuan Mirza Sani (57).

Mirza merupakan ayah dari Ahmad Rizki Mubarok (19) yang tinggal di Jalan Gudang Baru Rt 7/4 Nomor 46, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Mirza Sani bersama keluarganya.
Mirza Sani bersama keluarganya. (ISTIMEWA/Dok Pribadi)

Sejak Senin (2/12/2019) lalu, sang ayah menghilang dari rumah dan tak jua kembali.

Diceritakannya, saat itu sang ayah hendak mengikuti reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat.

Mengenakan koko dan peci berwarna putih serta celana panjang hitam, Mirza meninggalkan rumah pada Senin (2/12/2019) sekira pukul 05.00 WIB.

Usai berpamitan dengan istrinya, Habibah (57), Mirza mengendarai sepeda motor Honda Supra bernomor polisi B 6907 SHU bersama tiga orang rekannya.

Meskipun sudah dilarang untuk mengendarai sepeda motor, Mirza tetap pada keinginannya.

Akhirnya karena belum terbiasa mengendarai motor ke jalan besar, Mirza terpisah dari konvoi selepas di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sejak saat itu, pihak keluarga termasuk Rizki terus melakukan pencarian.

Mulai dari menyambangi langsung tempat-tempat yang biasa didatangi sang ayah hingga ke Rumah Sakit dan menyebarkan informasi orang hilang di media sosial.

Namun sayang, hingga Kamis (5/12/2019), Rizki belum juga mendapatkan titik terang.

"Di medsos saya kasih nomor telepon saya. Sejauh ini belum ada yang telepon buat kasih kabar keberadaan bapak," ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/12/2019).

Tak Ada Masalah Di Rumah

Rizki, anak bungsu dari Mirza (orang hilang), Rabu (4/12/2019)
Rizki, anak bungsu dari Mirza (orang hilang), Rabu (4/12/2019) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Meskipun belum ada kabar baik sejak sepeninggalan sang ayah, Rizki mengutarakan jika Mirza tak memiliki masalah apapun di keluarga.

"Bapak sama Ibu enggak ada masalah apa-apa. Sama saya pun baik-baik aja. Tapi memang belum kembali sejak pamit mau ke reuni 212 itu aja," jelasnya.

Selain itu, sikap sang ayah juga tampak seperti biasanya.

Tak ada rutinitas dari ayahnya yang mencurigakan ataupun aneh menjelang meninggalkan rumah.

"Kalau dia kan memang biasa ikut reunu 212, tapi memang naik angkutan umum. Ini aja baru naik motor dan memang bapak enggak biasa bawa ke jalan besar begitu. Jadi pihak keluarga juga enggak ada feeling apa-apa," lanjutnya.

Sosok Pemalu

Kendati belum ditemukan, Rizki tetap berkeyakinan jika sang ayah masih hidup.

Pasalnya, ia tahu betul jika Mirza merupakan orang yang kuat.

Hanya saja, Mirza bukan tipikal orang yang langsung meminta bantuan ke orang lain.

Dijelaskan Rizki, ayahnya tipikal orang yang gigih dan enggan menyusahkan orang lain.

"Dia itu tipenya pemalu juga. Jadi kalau dia masih bisa usaha sendiri ya enggak bakalan dia minta bantuan orang lain," ungkapnya.

Selain itu, hal lain yang membuat Rizki yakin ayahnya akan kembali ialah masalah kesehatan Mirza yang masih baik.

"Bapak saya masih sehat dan enggak pikun. Saya justru berpikir kalau dia bingung jalan aja, karena jalanan Jakarta kan luas. Jadi entah dia masuk di gang mana dan tipe pemalu jadi belum sampai rumah aja," jelasnya.

Tak Bawa Handphone

Laporan orang hilang Mirza Sani ke Polsek Jagakarsa
Laporan orang hilang Mirza Sani ke Polsek Jagakarsa (Istimewa/Dokumentasi Pribadi)

Usai ayahnya tak kunjung kembali ke rumah, Rizki segera mengecek apa saja yang di bawa oleh Mirza.

Saat pergi, rupanya Mirza meninggalkan handphonenya di rumah.

Hal itu membuat pencarian semakin terasa sulit.

"Bapak saya enggak bawa handphone. Makanya kita cari keliling muterin kawasan mana aja," jelasnya.

Namun, Rizki bersyukur karena ayahnya membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan uang tunai.

"Alhamdulillah pas pergi beliau masih bawa identitas. Tapi untuk nominalnya saya kurang tahu berapa ya," katanya.

Rizki pun mengimbau bagi yang menemukan keberadaan sang ayah untuk segera menghubunginya.

"Kalau memang ada yang menemukan, saya minta tolong untuk segera dihubungi dan tolong ditahan dulu ditempat yang aman. Nanti saya jemput beliau," tandasnya.

Pamit Ikut Reuni 212, Mirza Sani Hingga Sekarang Belum Kembali ke Rumah, Keluarga Lapor ke Polisi

Pamit pergi ke Reuni 212 pada Senin (2/12/2019) lalu, Mirza Sani (57) belum kembali ke rumah hingga kini.

Hal ini diutarakan oleh anak bungsu Mirza yang bernama Ahmad Rizki Mubarok (19) atau biasa disapa Rizki.

Diceritakannya, saat itu sang ayah hendak mengikuti Reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat.

Mengenakan koko dan peci berwarna putih serta celana panjang hitam, Mirza meninggalkan rumah pada Senin (2/12/2019) sekira pukul 05.00 WIB.

Usai berpamitan dengan istrinya, Habibah (57), Mirza mengendarai sepeda motor Honda Supra bernomor polisi B 6907 SHU bersama tiga orang rekannya.

"Waktu itu posisi saya masih tidur. Kan di rumah itu cuma Ibu sama saya, 2 kakak saya sudah pada menikah.

Nah sebelum pergi, Bapak sudah dilarang buat bawa motor sendiri.

Tapi beliau tetap kekeh sama kemauannya. Jadi waktu itu ada 3 motor, satunya bapak saya," katanya di Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Selanjutnya, sang ayah berangkat menuju Monas bersama teman-temannya.

Namun, setibanya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, jejak Mirza mulai tak terlihat karena tak lagi berkonvoi bersama.

"Jadi di Pasar Minggu kan ada pembangunan itu jadi agak macet, di situ katanya bapak saya mulai terpisah.

Ya temannya ngira bapak sudah duluan tapi tahunya tidak. Pokoknya bapak saya itu enggak biasa bawa motor di jalan besar, biasanya di kampung aja.

Itu sebabnya banyak yang ngelarang dia bawa motor," sambungnya.

Hingga hari menjelang malam, Rizki menuturkan ayahnya tak juga pulang dan membuat kegelisahan keluarga.

Akhirnya, secara bersama-sama dengan kakak dan kakak iparnya ia mencari Mirza di sekitaran Tanah Abang, Sudirman hingga Kuningan.

"Kita modal foto bapak dari HP aja. Pencarian dilakukan dengan cara berpencar dan pada saat itu sampai tengah malam," ungkapnya.

Usai jam menunjukan pukul 00.00 WIB, Rizki memutuskan kembali ke rumah dan berdiskusi bersama keluarganya.

"Kata kakak ipar tunggu besok aja. Kalau 1x24 jam belum ketemu kita laporin ke polisi. Akhirnya besoknya saya masukan laporan ke Polsek Jagakarsa," katanya.

Namun, hingga hari ini pencarian tersebut belum membuahkan hasil.

Rizki mengaku sama sekali belum menemukan kabar keberadaan dari sang ayah.

Tak Bawa Handphone

Usai ayahnya tak kunjung kembali ke rumah, Rizki segera mengecek apa saja yang di bawa oleh Mirza.

Saat pergi, rupanya Mirza meninggalkan handphonenya di rumah.

Hal itu membuat pencarian semakin terasa sulit.

"Bapak saya enggak bawa handphone. Makanya kita cari keliling muterin kawasan mana aja," jelasnya.

Namun, Rizki bersyukur karena ayahnya membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan uang tunai.

"Alhamdulillah pas pergi beliau masih bawa identitas. Tapi untuk nominalnya saya kurang tahu berapa ya," lanjutnya.

Sebar Foto Lewat Media Sosial

Kehilangan kabar dari sang ayah menjadi pukulan tersendiri bagi dirinya.

Terlebih untuk seluruh keluarganya, teruma sang ibunda.

Kendati demikian, Rizki dan keluarganya tak ingin putus asa. Ia terus mencari ayahnya sepulang kerja hingga larut malam.

Mulai dari tempat pengajian, makam para ulama hingga ke Rumah Sakit tak luput ia sambangi.

Timnas U-23 Malaysia Gugur di Fase Grup, Kamboja Cetak Rekor di SEA Games 2019

Persija Jakarta Kalah Telak Atas Bhayangkara FC, Edson Tavares Salahkan Dua Pemain Ini

Irress Urban Bazaar Bakal Hadir di Cibubur, Catat Tanggal Penyelenggaraannya

"Karena bapak enggak bawa HP, kita cari beliau ke tempat biasa dia kunjungi aja. Kayak ke makam ulama di Jakarta Utara hingga ke RS. Namun hasilnya masih nihil," ungkapnya.

Selain itu, Rizki menuturkan jika dirinya juga menyebarkan foto sang ayah ke sejumlah media sosial termasuk media sosial ternama.

"Apa aja saya lakuin sampai sebarin foto bapak. Saat ini juga mau perbanyak selembaran orang hilang," ucapnya.

Untuk itu, Rizki berpesan bagi siapapun yang menemukan ayahnya untuk menghubunginya atau mengantarkannya pulang ke Jalan Gudang Baru Rat 7/4 Nomor 46, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved