Dukung Langkah Erick Thohir Pecat Dirut Garuda Indonesia, Jokowi Tegas: Jangan Main-main!
Presiden Jokowi tampaknya mendukung keputusan pemecatan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, yang diambil oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.
Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
Berdasarkan penelusuran TribunJakarta, penyelundupan onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton di bawa oleh salah satu karyawan.
Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, pemilik motor dan sepeda tersebut merupakan karyawan on board dalam penerbangan dari Perancis ke Indonesia.
“Dibawa oleh salah satu karyawan yang on board dalam penerbangan tersebut,” kata Ikhsan dalam keterangan resminya.
Kasubdit Humas Bea dan Cukai Deni Surjantoro mengatakan, barang-barang tersebut ditemukan saat petugas melakukan pengecekan di hanggar pesawat milik PT GMF AeroAsia Tbk di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (17/11/2019).
• Dirut Garuda Indonesia Dicopot, Diduga Terlibat Penyelundupan Harley Davidson Ilegal, Ini Profilnya
Menurut Deni, saat itu pesawat tersebut baru datang dari pabrik Airbus di Perancis.
Kedatangan pesawat itu telah diberitahukan oleh Garuda Indonesia kepada Bea dan Cukai.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pesawat tersebut, pada bagian kabin cokpit dan penumpang tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan.
Selain itu, juga tidak ditemukan barang kargo lain seperti yang dilaporkan pihak Garuda Indonesia.
“Namun, pemeriksaan pada lambung pesawat (tempat bagasi penumpang) ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 boks warna coklat yang keseluruhannya memiliki claim tag sebagai bagasi penumpang,” ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, Erick Thohir mengancam akan mencopot direksi Garuda Indonesia, jika terbukti terlibat dalam kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton.
• Bocah 7 Tahun Tewas Tersengat Listrik Saat Ambil Bola di Penjaringan, Polisi Temukan Ini di Lokasi
“Mengenai Garuda, biarkan saja Bea Cukai melihat ada enggak kasus-kasus yang benar-benar seperti yang dilaporkan. Kalau benar, ya harus dicopot,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (4/12/2019).
Tak hanya mengancam akan mencopot jabatan direksi Garuda, Erick Thohir juga meminta oknum yang terlibat kasus penyelundupan itu segera mengundurkan diri sebelum ketahuan.
“Lebih baik sebelum ketahuan mengundurkan diri, tapi kalau benar, ya kita copotlah,” sambung Erick.
Kendati begitu, Erick masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh Bea dan Cukai.
Setelah hasilnya keluar, dia baru akan mengambil sikap.
“Kita juga mesti ada (asas) praduga tak bersalah, tapi kalau memang (benar), ya kita copotlah,” kata Erick.
(TribunJakarta/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/presiden-jokowi-menggelar-jumpa-pers-bersama-mahfud-md.jpg)