Dituding Tak Tanggapi Dugaan Bullying, Begini Penjelasan SMP Islam Al-Azhar Summarecon Bekasi

SMP Islam Al-Azhar 31 Summarecon Bekasi membantah dugaan bullying yang menimpa mantan peserta didiknya berinisial P (13).

Dituding Tak Tanggapi Dugaan Bullying, Begini Penjelasan SMP Islam Al-Azhar Summarecon Bekasi
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Azmi (tengah) orangtua siswa korban bullying saat melapor ke KPAD Kota Bekasi, Jumat, (6/12/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - SMP Islam Al-Azhar 31 Summarecon Bekasi membantah dugaan bullying yang menimpa mantan peserta didiknya berinisial P (13).

Sumarwanto, Humas Sekolah Al-Azhar dalam keterangan tertulis yang diterima TribunJakarta.com, Senin, (9/12/2019), mengatakan, tidak pernah ada aksi pengeroyokan yang dilakukan senior kelas terhadap siswa P.

"Sesuai dengan temuan fakta dilapangan, tidak pernah terjadi pengeroyokan oleh siswa senior kepada siswa P, namun yang terjadi adalah P melakukan kontak fisik satu lawan satu dengan teman seangkatannya," kata Sumarwanto.

Adapun terkait pengeluaran siswa P dari sekolah, dia menjelaskan, hal ini sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Setiap siswa yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang tercantum di buku tata tertib, maka akan dikenakan poin yang besarnya proporsional dengan bobot pelanggaran yang dilakukan siswa," jelas dia.

"Apabila poin pelanggaran siswa terakumulasi mencapai jumlah tertentu, maka siswa akan memperoleh sanksi terberat, yaitu bersedia untuk mengundurkan diri," tambahnya.

Aturan buku tata tertib dan sistem poin hingga sanksi yang bakal diterima siswa sudah diketahui orangtua atau walimurid sejak siswa terdaftar sebagai peserta didik SMP Islam Al-Azhar 31 Summarecon Bekasi.

"Buku tata tertib tersebut telah diketahui, disepakati dan wajib dipatuhi oleh semua siswa dan orangtua siswa, dimana para siswa dan orang tua siswa telah mencantumkan tanda tangan diatas materai 6000, sebagai tanda sudah memahami dan menyetujui," jelas dia.

Orangtua bernama Azmi Fitriyasah (45), melaporkan dugaan tindakan bullying yang menimpa anaknya berinisial P (12) ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Jumat, (6/12/2019).

Halaman
123
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved