Sebelum Api Membesar, Warga Kembangan Coba Padamkan Pakai APAR Kelurahan
Sebelum api membesar, warga di Gang Sasak, Kembangan, Jakarta Barat sempat berusaha memadamkan dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Sebelum api membesar, warga di Gang Sasak, Jalan Kembang Abadi Utama, RT 01 RW 08, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat sempat berusaha memadamkan dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Mereka meminjam APAR milik kantor Kelurahan Kembangan Selatan yang lokasinya memang berada tepat di depan lokasi kebakaran.
"Awalnya warga sudah berusaha madamin pakai tiga APAR dari kelurahan tapi ternyata enggak mempan baru abis itu hubungi Pemadam," kata Karsidi, salah satu warga yang rumahnya turut terbakar di lokasi kebakaran, Senin (9/12/2019).
Karsidi mengatakan, api bisa dipadamkan kurang dari satu jam setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Beruntung, api tak sampai menghanguskan banyak rumah yang ada di perkampungan padat penduduk itu.
Adapun kebakaran ini menghanguskan dua rumah kontrakan ukuran sekira 3x3 meter dan satu rumah tinggal.
"Dugaan api dari korsleting listrik warga," kata Karsidi.
Sementara itu, Kasie Ops Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, Eko Sumarno mengimbau kepada warga untuk segera melaporkan ke pihak Pemadam Kebakaran bila terjadi kebakaran.
Ia memastikan bahwa layanan yang diberikan Pemadam Kebakaran gratis tanpa dipungut biaya apapun.
Sebab, kata Eko, tak sedikit warga saling melempar untuk melapor ke Pemadam Kebakaran bila terjadi kebakaran sehingga membuat pemadaman terhambat.
"Kami ingatkan kepada warga kalau layanan Damkar tidak dipungut biaya alias gratis. Inti penting untuk diingatkan untuk menghindari kebakaran besar yang disebabkan karena warga takut lapor," kata Eko.
Diberitakan sebelumnya, 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan si jago merah di lokasi kebakaran yang berada di Gang Sasak.
Dua rumah petak dan satu rumah tinggal ludes terbakar dalam musibah ini yang diduga berasal dari adanya korsleting listrik di salah satu rumah warga yang saat itu sedang tak berada di rumah.
Tak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini, namun total kerugian diprediksi mencapai puluhan juta rupiah.