Tergiur Uang Jadi Alasan Oknum Sipir dan Istrinya Seludupkan 48 Kilogram Sabu

DU mengaku baru pertama kali membantu penyeludupan sabu yang dikirim dari Malaysia ke Indonesia.

Tergiur Uang Jadi Alasan Oknum Sipir dan Istrinya Seludupkan 48 Kilogram Sabu
TribunJakarta.com/Bima Putra
DU (36) dan NM (31) saat dihadirkan dalam jumpa pers di halaman kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Senin (9/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pasangan suami istri (Pasutri) DU (36) dan NM (31) tertunduk malu sembari bergenggaman tangan saat dihadirkan dalam jumpa pers di halaman kantor BNN.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan DU merupakan oknum sipir bertatap PNS di Lapas Kelas II B Langsa, Aceh yang ditangkap karena menyeludupkan 48 kilogram sabu.

Namun saat diringkus anggota BNN pertentangan bulan Oktober 2019 lalu hanya 20 kilogram sabu yang berhasil diamankan sementara sisanya sudah dijual.

"Yang bersangkutan ini adalah aparatur sipil negara yang bekerja sebagai sipir di Lapas. Artinya dia (DU) pegawai di Lapas, namun dia juga bagian dari sindikat narkoba bersama dengan istrinya," kata Arman di kantor BNN Cawang, Senin (9/12/2019).

Yaris Temukan Ular Sanca Sepanjang Empat Meter Sedang Melahap Seekor Bebek di Saluran Air

BNNP DKI Singgung Disparbud Soal Penutupan Tempat Hiburan Malam yang Diduga Tempat Peredaran Narkoba

Saat dicecar pertanyaan, DU mengaku baru pertama kali membantu penyeludupan sabu yang dikirim dari Malaysia ke Indonesia.

Dia mengaku terigiur dengan keuntungan Rp 10 juta sebagai upah menyimpan paket sabu sebelum diedarkan di Indonesia.

"Saya butuh uang, sekali masuk dapat Rp 10 juta. Istri saya suruh lihat saja," ujar DU sembari tertunduk malu.

DU yang kini mendekam di sel tahanan BNN dijerat pasal 114 ayat 2 juncto pasal 112 ayat UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika degan ancaman hukuman pidana mati dan paling lama 20 tahun penjara.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved