BPOM RI Bongkar Gudang Penyimpanan Obat, Kosmetik, dan Makanan Ilegal di Tanjung Priok

BPOM bongkar empat gudang penyimpanan ratusan ribu obat, kosmetik, dan makanan ilegal. Sebanyak 127.281 buah barang yang disita

BPOM RI Bongkar Gudang Penyimpanan Obat, Kosmetik, dan Makanan Ilegal di Tanjung Priok
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Konferensi pers BPOM RI di sebuah gudang di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI membongkar empat gudang penyimpanan ratusan ribu obat, kosmetik, dan makanan ilegal.

Total, ada sebanyak 127.281 buah barang yang disita dari keempat gudang tersebut.

Salah satu gudang berada di Jalan Agung Karya IV, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Gudang itu merupakan milik PT Boxme Fulfillment Centre, yang merupakan jasa pengiriman bagi pelaku e-commerce.

Sementara pihak yang diduga memasarkan barang-barang ilegal tersebut adalah PT 2WTRADE, PT Globalindo Kosmetika Internasional, dan PT Digital Commerce Indonesia.

"Ini temuan yang penting ya, karena memang selama ini sudah ditengarai suatu tantangan obat dan makanan untuk Badan POM yaitu peredaran secara online," kata Kepala BPOM RI Penny R. Lukito, Selasa (10/12/2019).

Penny mengatakan, ratusan ribu produk tersebut dinyatakan ilegal lantaran tidak memiliki izin edar resmi dari BPOM.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI membongkar empat gudang penyimpanan ratusan ribu obat, kosmetik, dan makanan ilegal.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI membongkar empat gudang penyimpanan ratusan ribu obat, kosmetik, dan makanan ilegal. (TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino)

"Mereka mengedarkan obat dan makanan yang tidak legal yang tidak mendapatkan izin edar dari Badan POM," kata Penny.

Hotel Bintang 5 di Epicentrum yang Tunggak Pajak Rp 2,9 Miliar Milik Bakrie Group

Persija Jakarta Dihukum Berat Rp300 Juta, The Jakmania Pertanyakan Keputusan Komdis PSSI

Resign Jadi CEO Bukalapak, Begini Fakta Achmad Zaky yang Pernah Jualan Mie Ayam

Penny mengatakan, pengungkapan gudang ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapan kasus serupa di tiga gudang lainnya di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Selatan.

Melalui para Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), BPOM bekerja sama dengan polisi mengungkap keberadaan gudang ini pada Senin (9/12/2019).

"Kami juga ada tim cyber bekerjasama dengan kepolisian untuk melakukan cyber patrol," ucap Penny.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved