Teror Ular Kobra

Penghuni Resah Hinga Takut Tidur Gegara Temuan 5 Ular Kobra di Apartemen Jakarta Barat

Teror ular kobra terus bermunculan di Jakarta Barat. Kini keberadaan ular kobra ditemukan di area apartemen di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Tribun Solo/Agil Tri
Penampakan sebagian anak ular kobra Jawa yang ditemukan di Masjid At Taqwa di Perumahan Griya Adi, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Selasa (17/12/2019). 

Dua ekor ular kobra berhasil ditangkap, dimana satu diantaranya ditemukan masuk ke dalam ruang poli.

Marak Penemuan Anak Ular Kobra, Berikut Faktor Pemicu dan Cara Penanganannya

Bertepatan dengan ular yang menetas, diduga jadi pemicu banyaknya penemuan anak ular kobra.

Seperti diketahui, sejumlah media massa dalam beberapa bulan terakhir banyak memberitakan perihal penemuan anak ular kobra.

Bukan hanya satu, terkadang jumlah anak ular kobra yang ditemukan oleh warga maupun petugas pemadam kebakaran terbilang banyak.

Beberapa dari mereka juga ditemukan lebih banyak di permukiman warga bahkan di ruang pemeriksaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Untuk itu, Kasie Koleksi Perawatan Satwa Museum Komodo dan Taman Reptil Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Erik Hendrayana ikut angkat bicara.

Menurutnya penemuan anak ular kobra kali ini bertepatan dengan waktu menetasnya ular.

"Kalau untuk kejadian ini bisa banyak faktor. Satu diantaranya karena bertepatan dengan ular yang menetas, antara November-Desember. Untuk kobra, sekali menetas bisa 12-20 ekor," ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (15/12/2019).

Selanjutnya, Erik juga menjelaskan terkait sejumlah faktor lainnya yang bisa menjadi pemicu penemuan anak ular kobra di permukiman warga.

Menurutnya, faktor habitat dan makanan sangat mempengaruhi hal tersebut.

"Untuk itu bisa dikarenakan habitat mulai tergeser oleh pembangunan dan juga faktor makanan. Untuk kobra makanannya mamalia kecil seperti tikus, kodok dan kadal," sambungnya.

Sedangkan terkait penemuan yang lebih cenderung kepada anak ular kobra saja, Erik mengatakan bahwa induk ular tersebut sebenarnya ada.

Hanya saja sang induk lebih jarang keluar dan sifat ular yang nomaden menjadi pengaruhnya.

Penanganan Pertama

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved