Wakil Wali Kota Tangsel Bakal Cek Bekas Turap Longsor di Serpong yang Tak Serius Dibenahi

Benyamin mengaku belum mengetahui longsor yang sudah terjadi dua kali di lokasi tersebut.

Wakil Wali Kota Tangsel Bakal Cek Bekas Turap Longsor di Serpong yang Tak Serius Dibenahi
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, usai meninjau progres pembangunan gedung Kejaksaan Negeri Tangsel, di Jalan Promoter, Serpong, Kamis (19/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, mengatakan akan mengecek langsung bekas longsor di bilangan Kampung Jalatreng, Serpong, tepatnya di belakang kantor Satpas SIM Polres Tangsel.

Benyamin mengaku belum mengetahui longsor yang sudah terjadi dua kali di lokasi tersebut.

"Tadi sudah saya sampaikan, nanti saya cek dulu. Saya cek dulu itu. Saya belum dapat informasi apa-apa," ujar Benyamin usai meninjau progres pembangunan gedung Kejaksaan Negeri Tangsel, di Jalan Promoter, Serpong, Kamis (19/12/2019).

Ia juga mengatakan sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengecek bekas longsor yang banyak menghancurkan turapnya tersebut.

"Nanti saya terjunkan dulu itu dari PU dan mudah mudahan itu kewenangan kita tapi kita suruh PU dulu ke sana," jelasnya.

Benyamin mengatakan, walaupun belum dicek, tetapi secara anggaran, biaya pembangunan turap yang seperti diharapkan warga sekitar baru akan dianggarkan pada 2020 mendatang.

"Tapi kalau kewenangan kita paling kerjaan itu tahun depan karena APBD tahun 2019 itu sudah berakhir dan tidak mungkin lagi dikerjakan dengan anggaran tahun ini," jelasnya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, longsor terakhir di wilayah itu terjadi pada pertengahan 2019.

Ini Daftar 9 Rumah Sakit di Depok yang Sediakan Serum Anti Bisa Ular

Kadis Bangunan Singgung Pekerja Proyek Gedung III RSU Tangsel Tewas Terjatuh

Polres Jakarta Timur Musnahkan 45 Kilogram Ganja dan 5.195 Miras

Pihak Pemkot Tangsel sudah melakukan pembenahan, namun hanya berupa batu bronjong tmyang mengganjal tanah di bagian bawah tebing.

Warga memandang perbaikan tersebut tidak serius, karena longsor tetap mengancam, terlebih saat musim hujan pada periode akhir 2019 ini.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved