Sisi Lain Metropolitan
Modal Tali Tambang dan Ember, Begini Suka Duka Yono Dirikan Warung Eretan di Belakang Hotel Mewah
Yono mengaku usahanya tak selalu berjalan mulus. Ia pun menceritakan salah satu pengalamannya.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
"Mas, bakso satu. Es teh manis satu," teriak seorang pembeli dari atas jembatan di belakang Hotel Four Season, Jakarta.
Permintaan itu kemudian berbalas teriakan dari penjualnya bernama Yono (52).
"Terus apa lagi? Itu saja? Jadi Rp 16 ribu," kata Yono.
Begitu lah cara Yono dan pelanggannya ketika melakukan transaksi jual beli.
Karena terpisah oleh aliran Kali Mampang, ia pun menggunakan tali tambang dan ember untuk mengantarkan makanan.
Tali tambang itu terbentang dari jembatan menuju warungnya di Kampung Kebalen, Jalan Poncol, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Sementara, ember yang Yono gunakan terpasang di sisi jembatan agar warga tahu jika ia berjualan.
Cara Yono menjajakan dagangannya sudah dimulai sejak dua tahun lalu.
"Dulu masih ada jembatan yang arah ke sini. Tapi diputus karena ada proyek," ujar Yono saat ditemui TribunJakarta.com di lokasi, Jumat (20/12/2019).
Yono mengaku sempat kesulitan ketika memasang tali tambang dan ember.
Ia harus berputar cukup jauh ke Jalan Gatot Subroto untuk melemparkan tali tersebut ke warungnya.
"Tapi apa saja kita lakukan biar usaha tetap lanjut," katanya.
Di warungnya, Yono menjual berbagai makanan dan minuman. Mulai dari mie ayam, bakso, nasi goreng, dan berbagai jenis minuman ringan.
"Minumannya yang es gitu Rp 4 ribu. Kalau makanannya Rp 12 ribu," ujarnya.