Viral Video Perempuan Vaping hingga Seorang Punk Diusir dari Kereta Api, Ini Tanggapan KAI

Video perempuan menghisap vape atau rokok elektrik dalam kereta api viral di media sosial. KAI mengatakan kesadaran penumpang ini rendah.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Suharno
Istimewa/Tangkapan layar Instagram @jatinegararailways
Viral video perempuan vaping diam-diam di kereta api. PT KAI telah sampaikan teguran pada penumpang tersebut. 

Video Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) mengusir seorang punk di dalam kereta api viral di media sosial.

Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunnisa, mengatakan Polsuska tersebut tidak menodongkan pistol.

"Menanggapi video yang beredar luas di sosial media, tidak ada penodongan pistol ke penumpang KA yang dilakukan oleh petugas Polsuska," ujar Eva, saat dikonfirmasi, Kamis (26/12/2019).

Kata Eva, insiden ini terjadi pada 8 November 2019 di kereta api tujuan Rangkasbitung-Merak nomor 472.

"Petugas melakukan tindakan karena mendapat laporan dari sekitar lima (5) orang penumpang yang merasa tidak nyaman," ujar Eva.

Lebih lanjut, Eva mengatakan pada insiden tersebut tak ada kekerasan yang dilakukan Polsuska.

"Tidak ada pemukulan dan lainnya. Tindakan dilakukan persuasif," ujar Eva.

"Hanya sekelompok oknum tersebut tidak kooperatif sehingga diturunkan oleh petugas," sambungnya.

Dia menuturkan, kejadian bermula saat sejumlah punk ini berjalan mondar-mandir melewati beberapa penumpang kereta lainnya.

Kemudian, mereka melontarkan suara keras terhadap para penumpang kereta api sehingga suasana tidak nyaman.

"Mereka mondar-mandir melalui penumpang-penumpang lain yang sedang duduk. Padahal mereka sudah ada tempat duduk. Kemudian bicara keras," jelas Eva.

"Penumpang yang dilewati merasa tidak nyaman, mereka khawatir merasa tidak aman," lanjutnya.

Selanjutnya, Polsuska datang guna mengimbau agar punk tersebut bersikap tertib.

"Tapi mereka tidak terima dan memang tidak kooperatif," ujar Eva.

Eva pun tak ingin menduga apakah punk tersebut sedang mabuk atau tidak.

"Kalau mabuk atau tidaknya harus di tes. Tapi mereka sudah menganggu penumpang lain dengan perilakunya," ucap Eva.

Untuk itu, Eva mengimbau agar seluruh penumpang bersikap tertib.

"Kami menegaskan kembali bahwa seluruh penumpang harus mengikuti tata tertib dan ketentuan yang berlaku," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved